Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Telah Rampung, Fokus Beralih ke Penataan Kawasan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa proses pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah sepenuhnya selesai. Sebanyak 109 tiang monorel berhasil dibongkar oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta, menandai babak baru dalam revitalisasi kawasan strategis tersebut.
Seremoni dan Target Waktu yang Ambisius
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan kabar gembira ini dari Balai Kota Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026. Pembongkaran dimulai sejak 14 Januari 2026 dan rampung lebih cepat dari perkiraan awal. Dalam seremoni pemotongan besi yang dihadiri langsung oleh Pramono, Wakil Gubernur Rano Karno, dan mantan Gubernur Sutiyoso, terlihat komitmen kuat untuk mempercepat transformasi kawasan.
"Mudah-mudahan, bulan Juni. Saya sudah memberikan target untuk monorel ini bisa diselesaikan," tegas Pramono, mengacu pada penyelesaian penataan kawasan secara keseluruhan. Awalnya, target pembongkaran tiang monorel ditetapkan pada September 2025, namun melalui dorongan intensif, proses ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Rencana Penataan Menyusul Pembongkaran
Dengan tiang-tiang monorel yang telah hilang, Pemprov DKI Jakarta segera memulai fase berikutnya, yaitu penataan kawasan secara komprehensif. Fokus utama meliputi:
- Pembangunan dan penataan trotoar yang luas dan nyaman bagi pejalan kaki.
- Perbaikan sistem selokan untuk mengatasi masalah drainase dan genangan air.
- Pembangunan taman hijau yang akan menyegarkan pemandangan urban di kawasan Kuningan.
Pramono berharap kawasan Kuningan, khususnya di sepanjang Rasuna Said, dapat menyerupai keindahan dan keteraturan Jalan Sudirman-Thamrin sebelum peringatan HUT Jakarta ke-499 pada 22 Juni 2026. "Ada pedestrian, ada tempat untuk selokan dan taman yang lebih baik," ungkapnya dengan penuh harap.
Anggaran Besar dan Rencana ke Depan
Proyek ambisius ini memakan anggaran tidak sedikit. Gubernur Pramono membeberkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan mencapai Rp 100 miliar. Dana tersebut akan digunakan secara optimal untuk memastikan kawasan Rasuna Said menjadi lebih tertata, hijau, dan ramah bagi masyarakat.
Pramono juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang berhasil menyelesaikan pembongkaran dengan cepat dan efisien. "Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Bina Marga DKI," katanya, menekankan kolaborasi yang solid dalam proyek infrastruktur ini.
Setelah Rasuna Said selesai ditata, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan program serupa di kawasan Senayan. Tiang-tiang monorel yang masih tersisa di sana akan dibongkar dan kawasannya akan direvitalisasi, menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk mempercantik wajah Ibu Kota.



