Pramono Anung Pastikan Rute Baru LRT Jakarta Velodrome-Ancol Sudah Kantongi Izin
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan bahwa pembangunan rute baru LRT Jakarta dari Velodrome ke Ancol telah mendapatkan persetujuan penuh. Rute ini akan melewati sejumlah mega proyek strategis di wilayah Jakarta Utara, termasuk Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Tanjung Priok.
Dua Pilihan Prioritas Pembangunan
Dalam keterangannya di Jakarta, Pramono Anung menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua opsi prioritas untuk pengembangan LRT Jakarta. "Pilihannya ada dua, Manggarai ke Dukuh Atas, atau kemudian menyelesaikan jalur baru yang sekarang ini sebenarnya jalurnya sudah mendapatkan persetujuan, yaitu dari Velodrome sampai dengan Ancol, melewati JIS dan kemudian juga Tanjung Priok," ujarnya.
Namun, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan rute Velodrome-Ancol baru akan dimulai setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelesaikan terlebih dahulu pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Velodrome menuju Manggarai. "Jadi untuk LRT itu, kami dalam tahap pertama akan menyelesaikan dari Velodrome sampai dengan Manggarai," jelas Pramono.
Target Operasional Velodrome-Manggarai Akhir 2026
Proyek LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai saat ini sedang dalam proses finalisasi dan ditargetkan dapat beroperasi normal pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. "Dua-duanya pasti akan dibangun. Dan sekarang ini kita sedang finalisasi untuk Manggarai. Mudah-mudahan apakah di akhir tahun ini atau awal tahun depan, LRT dari Velodrome sampai Manggarai sudah bisa beroperasi normal," kata Pramono Anung dengan penuh keyakinan.
Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek
Pengumuman ini datang di tengah tren positif penggunaan transportasi umum di Jakarta. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penumpang LRT Jabodebek mengalami lonjakan tajam di awal tahun 2026, dengan tercatat 2,7 juta perjalanan sepanjang bulan Januari. Angka ini meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengungkapkan bahwa lonjakan ini mencerminkan pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. "Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek mulai menjadi bagian dari rutinitas harian pekerja perkotaan," ucap Radhitya.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Pengguna
Beberapa faktor yang turut mendukung pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek antara lain:
- Keandalan layanan yang semakin baik
- Integrasi antarmoda yang semakin matang
- Ketersediaan fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift
- Akses ramah disabilitas yang komprehensif
- Sistem informasi perjalanan waktu nyata
Radhitya menambahkan, "Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara."
Komitmen Terhadap Kenyamanan dan Inklusivitas
Pengelola LRT Jabodebek juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan melalui berbagai fasilitas penunjang, termasuk:
- Charging station dan water station gratis
- Jalur pemandu guiding block untuk penyandang disabilitas
- Akses lift prioritas dan area khusus pengguna kursi roda
- Ruang dan tempat duduk prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan orang tua dengan anak
"Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna," tegas Radhitya Mardika.
Dengan persetujuan rute baru Velodrome-Ancol dan percepatan pembangunan fase Velodrome-Manggarai, sistem transportasi massal di Jakarta diproyeksikan akan semakin terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga ibu kota.
