Palang Bambu di Perlintasan Bekasi Timur Dijaga Warga Bergantian
Palang Bambu di Perlintasan Bekasi Timur Dijaga Warga

Perlintasan kereta api di Jalan Ampera, Kota Bekasi, yang menjadi lokasi kecelakaan taksi Green SM tertemper KRL hingga memicu tabrakan beruntun, ternyata hanya ditutup dengan palang bambu buatan warga. Perlintasan tidak resmi ini dijaga oleh warga sekitar secara bergantian tanpa adanya petugas resmi dari PT KAI.

Palang Bambu sebagai Pengganti Palang Resmi

Seorang warga bernama Tasmin (80) mengungkapkan bahwa perlintasan tersebut tidak memiliki palang resmi dari KAI. Oleh karena itu, warga berinisiatif membeli bambu secara swadaya untuk dijadikan palang dadakan. "Bambu dibeli warga yang jaga. Sudah dipasang puluhan tahun, kalau rusak diganti," kata Tasmin kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4/2026).

Palang bambu tersebut hanya dipasang di satu sisi, yaitu Jalan Ampera yang terhubung dengan Jalan Ir H Juanda. Sementara di sisi seberangnya, tidak ada palang penutup sama sekali. Tasmin menjelaskan, "Kalau di sana palang bambu dipasang karena ada tempatnya (pos pantau)." Ia tidak menjelaskan alasan hanya satu palang yang dipasang, namun warga sukarela berjaga untuk mengantisipasi kecelakaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga Bergantian Jaga 24 Jam

Warga sekitar bergantian berjaga selama 24 jam, mulai dari pagi, siang, sore, hingga tengah malam. "Jam 1 malam ada yang jaga 1 orang," ucap Tasmin. Pengendara yang melintas kadang memberikan rezeki kepada penjaga, meskipun nominalnya tidak seberapa. "Syukur-syukur ada yang kasih," imbuhnya.

Tasmin menceritakan bahwa perlintasan Jalan Ampera sering terjadi kecelakaan kendaraan tertemper kereta. Namun pada tahun ini, baru sekali terjadi, yaitu kecelakaan yang melibatkan taksi Green SM hingga memicu tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. "Dulu sering, sebulan sekali pernah. Kecelakaan sering terjadi dari 5 tahun lalu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengendara kadang nekat menerobos perlintasan meski sudah diperingatkan. "Kadang-kadang orang nekat saja, banyak yang apes karena mesin mobil mati di tengah," katanya.

Kasus Bunuh Diri Juga Pernah Terjadi

Selain kecelakaan kendaraan, Tasmin menyebut tidak jarang ada kasus bunuh diri di dekat perlintasan tersebut. "Ada yang bunuh diri juga. Ada beberapa kali yang coba bunuh diri tapi sudah dihalau bocah-bocah," ucapnya.

Kronologi Kecelakaan Maut

Kecelakaan maut bermula dari taksi Green SM yang terhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan itu kemudian terhenti di tengah rel, dan warga berkumpul untuk membantu evakuasi taksi. Sementara itu, KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden tersebut kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.

Total korban tewas akibat kecelakaan ini berjumlah 15 orang, selain puluhan orang yang terluka. "Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri, Jakarta, Selasa (28/4).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga