Pemerintah mengungkapkan progres pemulihan pascabencana di Sumatera. Aliran listrik hingga fasilitas kesehatan (faskes) telah pulih 100 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bakom, M Qodari, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Listrik dan Faskes Pulih Total
Qodari menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi desa terdampak bencana di Sumatera yang belum mendapatkan aliran listrik. "Seluruh desa di tiga provinsi 100 persen menyala. Tidak ada desa yang masih mengalami pemadaman akibat bencana," ujar Qodari. Hal serupa juga berlaku untuk fasilitas kesehatan. Sebanyak 130 rumah sakit dan 1.265 puskesmas telah beroperasi sepenuhnya. "Seluruh 130 rumah sakit dan 1.265 puskesmas yang terdampak telah beroperasi 100 persen," kata dia.
Meski demikian, Qodari mengakui masih ada 6 unit dari 2.952 puskesmas pembantu yang belum beroperasi. Puskesmas tersebut berada di Kota Sibolga, tepatnya Kecamatan Sibolga Utara, serta di Kabupaten Tapanuli Tengah di Kecamatan Sarudik, Pasaribu Tobing, dan Tukka.
Tiga Instrumen Dukungan Keuangan
Pemerintah telah menyalurkan tiga instrumen dukungan keuangan secara bersamaan untuk memastikan warga terdampak tidak sendirian dalam memulihkan kehidupan dan perekonomian mereka. Pertama, dana tunggu hunian (DTH) telah disalurkan sepenuhnya kepada 720.767 KK pada 12 Mei. Rinciannya, 13.547 KK di Aceh, 4.288 KK di Sumatera Utara, dan 2.932 KK di Sumatera Barat.
Kedua, dukungan perbaikan rumah rusak. Sebanyak 31.007 unit rumah telah menerima bantuan, terdiri dari 18.335 unit rumah rusak ringan dengan dukungan Rp15.000.000 per unit, dan 12.672 unit rumah rusak sedang dengan dukungan Rp30.000.000 per unit. "Total nilai dukungan sebesar Rp655 miliar," tutur Qodari.
Ketiga, dukungan isi hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi. Realisasinya mencapai Rp192 miliar untuk isi hunian, Rp347 miliar untuk jaminan hidup, dan Rp320 miliar untuk stimulan ekonomi. Total realisasi ketiga dukungan tersebut mencapai lebih dari Rp860 miliar.
Pendidikan dan Infrastruktur
Di sektor pendidikan, sebanyak 4.922 sekolah terdampak di tiga provinsi telah kembali melaksanakan kegiatan belajar. Secara paralel, pemerintah juga tengah melakukan revitalisasi terhadap 3.002 sekolah dengan total anggaran Rp2,86 triliun.
Untuk jaringan komunikasi, seluruh BTS yang terdampak di tiga provinsi sudah pulih 100 persen. Rinciannya, 3.815 BTS di Aceh, 5.845 di Sumatera Utara, dan 1.483 di Sumatera Barat.
Sementara itu, sebanyak 150 ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak kini telah kembali fungsional. Hal ini berdampak pada konektivitas antar kabupaten yang kembali tersambung sejak akhir Desember 2025.



