Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sedang mengkaji pemasangan pelican crossing sebagai pengganti sementara JPO Tendean di Jakarta Selatan yang dibongkar setelah ditabrak truk. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyatakan kajian tersebut akan rampung dalam waktu dekat.
Kajian Teknis Pelican Crossing
"Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan kajian teknis untuk pemasangan pelican crossing, yaitu fasilitas penyeberangan pejalan kaki berupa zebra cross yang dilengkapi lampu lalu lintas penyeberangan orang, di lokasi tersebut," kata Budi kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Budi menjelaskan kajian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pejalan kaki dan pengguna jalan melalui analisis volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan, serta karakteristik arus lalu lintas di lokasi. Hasil kajian teknis akan menjadi dasar dalam menyiapkan pemasangan pelican crossing di lokasi bekas JPO Tendean.
Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dishub DKI berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengajukan izin pembangunan zebra cross sementara di lokasi JPO Tendean yang dibongkar usai ditabrak truk. Zebra cross disiapkan sebagai solusi jangka pendek.
"Jadi yang untuk JPO Tendean, yang akan ada penyelesaian untuk jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memintakan izin apakah itu bisa digunakan untuk zebra cross dalam jangka pendek dulu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7).
Pramono menambahkan pembangunan JPO baru membutuhkan waktu, sehingga zebra cross diperlukan agar mobilitas pejalan kaki tetap terlayani. "Karena kalau harus dibangun JPO baru itu kan takes time. Tetapi saya sudah memerintahkan juga untuk segera dibangun JPO baru," ujarnya.



