PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan uji coba rangkaian KRL yang melintas di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026) setelah terjadinya kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Uji coba tersebut dilakukan tanpa melibatkan penumpang, sebagai langkah untuk memastikan kembali keamanan operasional di stasiun tersebut.
Proses Uji Coba KRL di Stasiun Bekasi Timur
Berdasarkan pantauan detikcom di Stasiun Bekasi Timur, uji coba KRL dimulai pada pukul 11.50 WIB. Rangkaian KRL yang diuji coba masuk ke jalur 1 stasiun tersebut dari arah Stasiun Bekasi menuju Cikarang. Selama uji coba, KRL berhenti sejenak di jalur 1 tanpa membuka akses pintu. Setelah itu, pada pukul 12.02 WIB, KRL kembali melanjutkan perjalanan menuju Cikarang.
Pernyataan Direktur Utama KAI
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur direncanakan akan dibuka kembali pada siang hari ini. Ia menegaskan bahwa semua aspek operasional telah dipastikan aman dan akan beroperasi seperti sebelumnya. “Insyaallah siang kita akan membuka layanan KRL kita, Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya,” ujarnya.
Bobby juga menekankan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama KAI. “Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau tingkat keselamatan,” katanya.
Latar Belakang Kecelakaan
Sebelumnya, pada Senin (27/4) malam, terjadi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut berawal dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan sebidang yang tidak jauh dari stasiun. Akibatnya, KRL di Stasiun Bekasi harus menunggu, dan kemudian KA Argo Bromo Anggrek datang serta menabrak dari belakang.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 15 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi KAI untuk terus meningkatkan aspek keselamatan operasional kereta api.



