Pemerintah Provinsi Banten akhirnya merealisasikan perbaikan Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Jembatan kayu yang dibangun swadaya masyarakat sekitar 25 tahun lalu ini sering menyebabkan kecelakaan akibat kondisinya yang rusak parah. Target penyelesaian pembangunan jembatan baru ditetapkan pada November 2026.
Kondisi Jembatan Piano yang Memprihatinkan
Jembatan yang dijuluki 'Piano' karena suara berisik saat dilintasi kendaraan ini memiliki lantai dari balok kayu yang kini banyak berlubang. Susunan balok kayu tidak rapi dan jarak antar balok semakin renggang, menimbulkan bunyi gesekan nyaring saat kendaraan melintas. Sejak dibangun, jembatan ini belum pernah mendapat perbaikan berarti.
"Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan," ujar warga Desa Mekarsari, Gulamudin, Selasa (21/7/2026).
Warga sempat apatis terhadap janji perbaikan. Namun, setelah Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung, pembangunan segera dimulai. "Awalnya waktu ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki, masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek saja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan dan ditinjau, tidak lama kemudian langsung diperbaiki," tambah Gulamudin.
Spesifikasi Jembatan Baru dan Target Penyelesaian
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru merupakan aspirasi masyarakat. Jembatan ini menjadi akses penting bagi warga setempat, meskipun kondisinya rusak berat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten kini tengah membangun jembatan baru dengan spesifikasi yang jauh lebih baik.
"Kalau jembatan lama lebarnya hanya sekitar 2,5 meter dengan kondisi seadanya dan cuma bisa dilalui satu mobil, jembatan baru ini dirancang dengan lebar 5 meter dan bentangan hingga 60 meter sehingga bisa dilalui dua mobil," ujar Andra Soni.
Pembangunan jembatan baru ditargetkan selesai pada November 2026. Dengan lebar dua kali lipat dan bentang yang lebih panjang, jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Andra Soni menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi serta membuka aksesibilitas masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, maupun pertanian. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan mobilitas warga dan distribusi hasil bumi.
"Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak kita di masa depan," kata Andra Soni.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Banten dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Dengan adanya jembatan baru, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik dan perekonomian masyarakat Desa Mekarsari dan sekitarnya dapat terdongkrak.
Sebelumnya, Jembatan Piano kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lantai kayu menjadi licin. Kecelakaan yang sering terjadi antara lain motor terjatuh dan mobil tersangkut di celah-celah balok kayu. Dengan adanya jembatan baru yang lebih lebar dan kokoh, risiko tersebut diharapkan dapat diminimalisir.



