Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperpanjang jalur LRT Jakarta hingga kawasan Dukuh Atas setelah mendapatkan izin pembangunan dari pemerintah pusat. Pengumuman ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peresmian Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 30 Juni 2026. Moda transportasi umum tersebut rencananya akan diresmikan pada 26 Agustus 2026.
Izin Pusat dan Target Integrasi Transportasi
Pramono menegaskan bahwa izin dari pemerintah pusat telah memungkinkan kelanjutan pembangunan jalur LRT dari Manggarai hingga Dukuh Atas. Sebelumnya, jalur LRT fase 1B hanya direncanakan hingga Manggarai. "Kami sudah memutuskan atas izin pemerintah pusat untuk melanjutkan monorel dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas," ujar Pramono.
Perpanjangan jalur ini bertujuan memperkuat integrasi antarmoda transportasi massal di Jakarta. Dengan tersambungnya lintasan hingga Dukuh Atas, konektivitas jaringan transportasi publik ditargetkan mencapai lebih dari 95 persen. "Kalau ini sudah selesai, maka seluruh Transjakarta akan terkoneksi di atas 95 persen lebih, sehingga akan lebih memudahkan," jelas Pramono. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI menyelesaikan proyek strategis yang sempat mangkrak selama bertahun-tahun.
Peresmian LRT Velodrome-Manggarai Agustus 2026
LRT jalur Velodrome-Manggarai sepanjang 12,5 kilometer dengan 11 stasiun akan diresmikan pada Agustus 2026. "Nanti ini monorel (LRT) mudah-mudahan bulan Agustus akan diresmikan. Panjang monorelnya 12,5 kilometer, 11 stasiun dari Velodrome sampai dengan Manggarai," tutur Pramono. Proyek ini dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan telah mencapai progres signifikan. Sebelumnya, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah memulai uji coba lintasan dengan progres pembangunan mencapai 93 persen pada awal Juni 2026.
Apresiasi untuk Kejaksaan
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang dinilai telah mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Jakarta melalui koordinasi dan pendampingan yang baik. "Maka secara khusus Bapak Jaksa Agung saya ingin menyampaikan terima kasih karena koordinasi, kerja sama yang baik dengan jajaran Bapak yang selama ini dulu tidak tersentuh, tidak terselesaikan, akhirnya terselesaikan dengan baik," tandasnya.
Dampak Perpanjangan Jalur
Perpanjangan jalur LRT hingga Dukuh Atas diharapkan meningkatkan konektivitas dan kemudahan akses bagi warga Jakarta. Dengan integrasi yang lebih baik, pengguna transportasi umum dapat beralih antarmoda dengan lebih efisien. Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan transportasi berkelanjutan di ibu kota. Sebelumnya, Jakpro menargetkan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai beroperasi pada Agustus 2026 dengan tambahan investasi Rp 2,7 triliun untuk perpanjangan rute hingga Dukuh Atas. Jakpro juga telah mengantongi izin Kemenhub untuk perpanjangan LRT hingga JIS dan Halim.



