Jalan Nyikambang Cilegon Rusak 25 Tahun Akhirnya Diperbaiki Pemprov Banten
Jalan Rusak 25 Tahun di Cilegon Akhirnya Diperbaiki

Jalan Nyikambang Cilegon Rusak 25 Tahun Akhirnya Diperbaiki Pemprov Banten

Masyarakat Kampung Nyikambang, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, akhirnya mendapatkan angin segar setelah mengeluhkan kondisi jalan mereka yang rusak parah dan tidak diperbaiki selama 25 tahun. Keluhan warga ini ditanggapi serius oleh Gubernur Banten, Andra Soni, yang berjanji akan segera melakukan perbaikan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Kondisi Jalan Memprihatinkan dan Picu Masalah Serius

Ketua Pemuda setempat, Taton (45), mengungkapkan bahwa kondisi jalan di kawasan tersebut semakin memburuk saat banjir melanda. Air bahkan pernah mencapai ketinggian hampir satu meter, menyebabkan kemacetan panjang dari arah Pasar Kranggot. "Kami mulai gelisah kalau hujan deras yang cukup lama, kami takut banjir seperti kemarin yang tingginya hampir satu meter," kata Taton pada Rabu (15/6/2026).

Persoalan tidak hanya terbatas pada jalan rusak. Saluran irigasi yang tidak terawat, dengan air menghitam, tumpukan sampah, dan pendangkalan, turut memperparah risiko banjir di kawasan itu. Warga sempat melakukan pengerukan secara swadaya dengan alat seadanya untuk mengatasi masalah ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggota DPRD Banten, Hasbi Sidik, menegaskan bahwa warga telah menderita akibat jalan rusak ini selama seperempat abad. "Sudah 25 tahun tidak pernah dibangun. Bahkan ada kejadian ibu hamil keguguran karena kondisi jalan. Kami mengusulkan bersama Pemkot Cilegon, dan alhamdulillah sekarang direalisasikan," ujarnya, menyoroti dampak serius yang telah terjadi.

Janji Perbaikan dan Rencana Konkret Pemprov Banten

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan komitmennya untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Proyek ini akan masuk dalam program Bang Andra, dengan jalan sepanjang 1,3 kilometer dan lebar 4 meter yang akan dibangun menggunakan konstruksi beton. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp3,4 miliar dari APBD Provinsi Banten.

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga, tetapi juga memperlancar konektivitas menuju Pasar Kranggot, sekolah, serta akses alternatif ke Rumah Sakit Kota Cilegon. Andra Soni menjelaskan, "Saya mendapat laporan ada jalan yang puluhan tahun belum diperbaiki. Karena ini kewenangan provinsi, maka kita anggarkan tahun ini."

Selain perbaikan jalan, Gubernur juga menyoroti pentingnya penanganan irigasi, yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa Pemprov Banten bersama Pemerintah Kota Cilegon akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Kementerian PU untuk mendorong normalisasi saluran air. "Kalau saluran airnya tidak dibenahi, banjir akan terus terjadi. Kita dorong ada pengerukan, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihan," tambahnya.

Target Penyelesaian dan Dampak Positif yang Diharapkan

Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, memberikan detail teknis mengenai pembangunan ini. Jalan akan diperkuat dengan betonisasi setebal 20 cm agar lebih tahan lama dan mampu menahan beban lalu lintas. "Ini bukan hanya soal jalan, tapi juga konektivitas ke pusat pendidikan dan ekonomi seperti pasar. Targetnya sekitar 4 sampai 5 bulan selesai," jelasnya.

Dengan rencana perbaikan ini, warga Kampung Nyikambang berharap dapat terbebas dari masalah jalan rusak yang telah mengganggu kehidupan sehari-hari mereka selama dua dekade lebih. Program ini dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Cilegon.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga