Dinas Bina Marga DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan pembetonan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada tahun ini. Langkah ini diambil setelah jalan tersebut berulang kali mengalami kerusakan dan menjadi keluhan warga.
Penyebab Kerusakan Jalan
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa Jalan Kebon Sirih merupakan salah satu titik yang kerap rusak. Menurutnya, kondisi tanah yang kurang baik serta adanya galian-galian menjadi faktor utama penyebab kerusakan tersebut. "Jalan Kebon Sirih ini dari dulu memang sering rusak. Setelah diperbaiki, tidak bertahan lama. Salah satu penyebabnya kondisi tanah di bawahnya yang kurang baik, ditambah adanya galian-galian," ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Heru menambahkan bahwa penggunaan aspal tidak efektif untuk jalan tersebut, terutama saat musim hujan. Air yang masuk ke tanah menyebabkan aspal cepat terkelupas. Oleh karena itu, tahun ini pihaknya akan menggunakan beton sebagai material pengganti. "Tahun ini kami akan masuk lagi ke Kebon Sirih, tapi dengan material berbeda. Kami akan gunakan beton agar tidak terus-terusan rusak seperti sekarang," jelasnya.
Pembetonan Tidak Menyeluruh
Heru mengungkapkan bahwa tidak seluruh ruas Jalan Kebon Sirih akan dibeton. Hal ini terkait dengan rencana pembangunan jalur MRT di kawasan tersebut. "Kami sudah petakan titik-titik stasiun MRT. Untuk area yang akan menjadi lokasi stasiun tidak kami kerjakan, hanya dirapikan saja. Sementara di luar itu akan kami lakukan pembetonan," ujarnya.
Proses pengerjaan pembetonan diperkirakan akan berpotensi menimbulkan kemacetan. Heru berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini demi perbaikan jangka panjang. "Kami mohon pengertian masyarakat. Memang nanti mungkin akan ada gangguan, tapi ini untuk jangka panjang supaya jalannya lebih kuat dan tidak cepat rusak," pungkasnya.



