DPUPR Depok Lakukan Perbaikan Jalan dan Normalisasi Kali Secara Bertahap
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Jawa Barat, secara bertahap melaksanakan perbaikan jalan berlubang di wilayahnya. Selain itu, DPUPR juga melakukan normalisasi situ dan kali untuk mencegah pendangkalan yang dapat memicu banjir.
Pemeliharaan Jalan untuk Kenyamanan Pengguna
Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyatakan bahwa pemeliharaan jalan bertujuan memberikan kenyamanan dan kelancaran mobilitas pengguna jalan. "DPUPR Depok berusaha melakukan pemeliharaan jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan," ujar Yodi.
Satgas DPUPR telah mengerjakan perbaikan sejak Selasa, 24 Februari 2026, dengan mengerahkan puluhan personel. Material hotmix dan alat berat seperti hand roller digunakan dalam proses ini. Lokasi perbaikan meliputi:
- Jalan Cipayung
- Jalan Bulak Timur
- Jalan Darma Putra
Dimensi perbaikan bervariasi, dengan lebar satu hingga dua meter dan panjang tiga hingga 15 meter. Yodi menekankan bahwa pengawasan akan terus dilakukan, dan laporan jalan berlubang akan segera ditindaklanjuti. "Adanya perbaikan ini dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di wilayah Depok," tambahnya.
Normalisasi Kali dan Situ untuk Antisipasi Banjir
Selain perawatan jalan, DPUPR Depok juga fokus pada normalisasi kali dan situ. Terdapat sembilan titik yang telah dinormalisasi, terdiri dari tujuh aliran kali dan dua situ. Titik-titik tersebut antara lain:
- Kali Cabang Barat
- Empat titik Kali Cabang Timur
- Kali Laya Cimanggis
- Kali Inlet Situ Pladen
- Kali Cabang Tengah Secawan
- Situ Cilodong
- Situ Pengarengan Sukmajaya
Pengerjaan dilakukan secara manual dan dengan alat berat, seperti Spider untuk normalisasi situ. DPUPR mengangkat material sampah dan lumpur yang terbawa arus air untuk mencegah pendangkalan. Yodi mengajak masyarakat berperan aktif: "Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah pada aliran kali maupun di kawasan situ."
Normalisasi ini diharapkan dapat mencegah banjir akibat hambatan aliran air oleh tumpukan sampah. Situ yang telah dinormalisasi juga diharapkan mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi. "Pentingnya kesadaran masyarakat untuk saling menghargai, baik sesama maupun lingkungan, dengan tidak membuang sampah, terlebih sampah plastik yang sulit terurai," pungkas Yodi.



