Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae menyoroti kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur. Ia menyinggung perlintasan sebidang di Jalan Ampera, sekitar Stasiun Bekasi Timur, yang dinilai berisiko tinggi.
Ridwan menekankan bahwa penggunaan palang manual yang dioperasikan masyarakat masih memiliki risiko besar. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan sistem perlintasan yang lebih modern. Hal ini disampaikan Ridwan kepada wartawan pada Rabu, 28 April 2026.
Percepatan Pembangunan Flyover
Ridwan Bae berharap pembangunan flyover di wilayah Bekasi Timur dapat dipercepat oleh pemerintah. Menurutnya, flyover atau underpass di daerah dengan lalu lintas tinggi perlu segera direalisasikan untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mengurangi risiko di perlintasan sebidang.
Evaluasi Sistem Persinyalan
Legislator dari Partai Golkar ini juga menilai perlu adanya evaluasi mendalam terhadap sistem persinyalan dan komunikasi operasional KAI. Sistem tersebut seharusnya mampu mencegah tabrakan dengan memberikan informasi real-time kepada masinis dan petugas stasiun. Ridwan menyoroti adanya jeda waktu antara insiden awal dan tabrakan susulan, yang menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut baik dari aspek human error maupun keandalan teknologi.
Ridwan menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh dan investigasi transparan sangat diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik serta memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam transportasi kereta api.
Korban Kecelakaan
Diketahui, jumlah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang. Proses evakuasi melibatkan sejumlah pihak, termasuk Basarnas.
Sebagai informasi, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian berhenti di tengah rel. Warga berkumpul untuk membantu evakuasi taksi tersebut.
Di sisi lain, KRL arah Cikarang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.



