Dedi Mulyadi Sebut Dana Flyover Bekasi Sudah Dialokasikan
Dedi Mulyadi: Dana Flyover Bekasi Sudah Dialokasikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa alokasi dana untuk pembangunan flyover di perlintasan kereta api Bekasi sudah direncanakan. Hal ini disampaikan saat ia melayat ke rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhyna, korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, pada Rabu, 29 April 2026.

Rencana Pembangunan Flyover

Dedi menjelaskan bahwa wilayah sekitar lokasi kecelakaan merupakan daerah padat penduduk. Dalam rencana pembangunan Jawa Barat, flyover sudah dialokasikan meskipun dilakukan secara bertahap karena keterbatasan fiskal. "Memang daerah itu kan daerah padat. Dan di rencana pembangunan Jawa Barat, memang sudah teralokasikan untuk pembangunan flyover. Walau pun memang kita bertahap ya, karena kemampuan fiskal kita sangat terbatas sekarang," ujarnya.

Instruksi Presiden

Pembangunan flyover dipercepat setelah Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026. Presiden meminta perbaikan operasional kereta api dan pembangunan flyover di Bekasi. "Tetapi dengan kebijakan kemarin Pak Presiden dibangun flyover, kita berucap terima kasih banyak. Berarti ada perhatian, terutama menyelesaikan pintu lintasan di berbagai tempat," kata Dedi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dedi menambahkan bahwa banyak lintasan resmi yang kemudian dibangun perumahan dan jalan, sehingga menimbulkan perlintasan tidak resmi yang berbahaya. "Karena kan dulu lintasan-lintasan resmi, kemudian orang bangun perumahan, banyak orang, bikin jalan. Nah rata-rata kan ada yang dijaga oleh orang, ada yang tidak dijaga. Dan itu nyebar banget di seluruh daerah," sambungnya.

Larangan Penguasaan Ormas

Dedi menegaskan bahwa pintu perlintasan kereta api tidak boleh dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas). Ia meminta agar ormas yang melanggar ditindak tegas. "Tindak saja Ormasnya, kita tindak. Karena bagi saya tidak boleh di Jawa Barat ada orang menguasai sesuatu yang bukan haknya," tegasnya.

Progres Pembangunan

Pembangunan flyover akan segera dilaksanakan karena sudah ada instruksi presiden dan alokasi dana dari pemerintah provinsi. Dedi menyebutkan bahwa Detail Engineering Design (DED) sedang disempurnakan. "Flyover kan Pak Presiden sudah akan menurunkan 4 triliun kemarin untuk seluruh wilayah. Jadi, satu pintu lintasan, yang kedua flyover untuk Bekasi. Tetapi kalau untuk yang awalnya nanti kita tinggal integrasikan, alokasinya sudah ada di Pemprov, dan sekarang itu lagi perbaikan DED. Jadi DED-nya disempurnakan, DED-nya sudah ada," ucapnya. "Jadi kalau alokasi sekarang ada, ya tinggal pelaksanaan teknis, tinggal lelang. Untuk ormas, tinggal diberesin sama Polsek," jelas Dedi.

Ucapan Duka Cita

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nur Ainia Eka Rahmadhyna. Ain merupakan korban kedua yang teridentifikasi sebagai warga Jawa Barat. "Yang pertama kan, warganya memang statusnya warga Jabar ya, warga Bekasi. Tetapi mereka rata-rata dibawa ke kampung halamannya. Ada yang ke Jawa ya, Jawa Tengah, mungkin Jawa Timur," ujarnya. Dedi berharap peristiwa ini menjadi kecelakaan kereta api terakhir. "Semoga peristiwa ini adalah peristiwa terakhir. Karena seluruh kelalaian kita dalam melakukan penataan infrastruktur lalu lintas darat, laut, dan udara harus segera dibenahi," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga