Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di kota-kota besar di Indonesia pada awal pekan Senin, 27 April 2026, akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Prakirawan BMKG Bintari melaporkan kondisi cuaca tersebut dalam siaran daring yang diikuti dari Jakarta.
Prakiraan Cuaca di Sumatera dan Jawa
Untuk wilayah Sumatera, kota-kota seperti Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, Jambi dan Bandar Lampung diprakirakan berawan.
Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar seperti Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Namun, Surabaya berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir.
Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan
Bali dan Mataram diprakirakan akan diguyur hujan ringan. Sementara itu, Kupang diprakirakan akan diselimuti awan tebal. Di Pulau Kalimantan, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Samarinda, Palangkaraya, dan Pontianak. Hujan disertai petir perlu diwaspadai di Tanjung Selor dan Banjarmasin.
Sulawesi dan Indonesia Timur
Untuk Sulawesi, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Manado dan Kendari, sedangkan hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Makassar, Mamuju, Gorontalo, dan Palu. Di Indonesia bagian timur, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Ternate, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Manokwari diprakirakan berawan, sementara Sorong berpeluang diguyur hujan lebat disertai petir.
Peringatan Kesiapsiagaan
Bintari mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Kondisi Iklim Global
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO sekitar +0,28. Namun, pada semester kedua 2026, kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen. Faisal menegaskan bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Jika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering.
Rekomendasi BMKG
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan langkah-langkah strategis, antara lain respons antisipatif di wilayah dengan potensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.



