Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir 2025 telah menyebabkan ribuan anak kehilangan akses belajar yang layak. Dampak bencana tidak hanya merusak rumah dan sumber penghidupan warga, tetapi juga mengganggu kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak.
Data BNPB: Ribuan Sekolah Terdampak
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ribuan satuan pendidikan terdampak bencana sehingga proses belajar harus berlangsung dalam situasi darurat. Banyak sekolah rusak atau terendam banjir, memaksa siswa dan guru untuk beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal.
Belajar di Tenda Pengungsian
Sebagian anak bahkan harus mengikuti kegiatan belajar di tenda pengungsian dan fasilitas sementara dengan sarana pendukung yang terbatas. Keterbatasan buku, alat tulis, dan penerangan menjadi tantangan utama dalam kelangsungan pendidikan mereka. Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menyediakan bantuan pendidikan darurat, namun kebutuhan masih sangat besar.
Kondisi ini menambah beban psikologis anak-anak yang sudah mengalami trauma akibat bencana. Diharapkan dukungan dari berbagai pihak dapat segera memulihkan akses belajar yang memadai bagi mereka.



