Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara melaporkan bahwa delapan kabupaten/kota di wilayah tersebut mengalami banjir yang berdampak pada 8.616 jiwa. Kepala BPBD Sultra, Laode Saifuddin, menyampaikan hal ini kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (12/5).
Delapan Daerah Terdampak Banjir
Saifuddin merinci bahwa ribuan warga terdampak berasal dari delapan daerah yang dilanda banjir pada pekan lalu. Daerah-daerah tersebut meliputi Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara.
Wilayah Terparah
Dari delapan daerah tersebut, dua wilayah mengalami dampak paling parah, yaitu Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Saifuddin menjelaskan bahwa di kedua daerah ini genangan air cukup tinggi dan meluas.
Kondisi Air Mulai Surut
Saifuddin mengungkapkan bahwa kondisi air saat ini sudah mulai surut, terutama di Kota Kendari. Air Kali Wanggu yang sebelumnya merendam pemukiman warga kini berangsur berkurang.
"Alhamdulillah, sudah dua hari ini tidak hujan. Debit air di Kecamatan Lepo-Lepo, yang merupakan langganan banjir, sudah turun hampir satu meter sejak pagi tadi," jelasnya.
Penanganan dan Bantuan
Pemerintah provinsi dan daerah telah melakukan penanganan dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Bahkan, Menteri Pertanian datang pagi tadi untuk memberikan bantuan sembako kepada 17 kabupaten/kota, berupa beras dan minyak.
Saifuddin menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. "Sampai saat ini belum ada korban jiwa, tidak ada," tutupnya.



