Atasi Macet Truk di Cilegon, Jalan Bojonegara Akan Dilebarkan
Atasi Macet Truk di Cilegon, Jalan Bojonegara Dilebarkan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana melebarkan Jalan Raya Bojonegara di Kota Cilegon. Langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan parah yang disebabkan oleh tingginya volume truk di kawasan industri tersebut.

Jalur Vital yang Padat

Ruas jalan nasional sepanjang 31,42 kilometer ini merupakan akses utama menuju Kawasan Industri Bojonegara, area tambang, dan Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ). Mobilitas kendaraan berat yang tinggi selama ini menyebabkan kemacetan, karena jalur yang sama juga digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari seperti ke sekolah dan fasilitas kesehatan.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan, "Kondisi jalan ini sudah tidak lagi memadai untuk kawasan industri yang terus berkembang. Karena itu kami mengusulkan pelebaran agar kebutuhan masyarakat dan industri dapat terlayani secara seimbang."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Solusi Bertahap: dari Sempadan Jalan hingga Empat Lajur

Sebagai langkah awal, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penanganan sementara akan memanfaatkan ruang sempadan jalan untuk melebarkan badan jalan sekitar satu meter di setiap sisi. Ini menjadi solusi jangka pendek sebelum pembangunan jalan empat lajur terealisasi.

"Harapannya jalan ini menjadi empat lajur. Masyarakat tetap menjadi prioritas, tetapi aktivitas industri juga harus terus berjalan agar perekonomian Banten semakin maju," ujar Dody.

Pemprov Banten telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk pelebaran empat lajur dan akan mendukung proses pengadaan lahan. Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan menambahkan, "Melalui sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara-Merak diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan, dan memperlancar distribusi logistik."

Target dan Tahapan Pembangunan

Pemprov Banten menargetkan inventarisasi seluruh bidang tanah terdampak selesai pada akhir tahun 2026, sehingga sosialisasi dan pengadaan lahan dapat dimulai pada 2027. Pelebaran akan dilakukan bertahap, dengan prioritas pada segmen sepanjang 10 kilometer di tahap pertama.

Lebar ruang milik jalan (ROW) akan ditingkatkan dari 8-10 meter menjadi 25 meter, termasuk penyesuaian sejumlah jembatan. Arlan menegaskan, "Target kami tahap pertama sepanjang 10 kilometer dapat diselesaikan lebih dahulu. Yang terpenting setiap tahapan berjalan tuntas sehingga pembangunan dapat berlanjut sesuai rencana."

Melalui proyek ini, diharapkan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat terurai, keselamatan pengguna jalan meningkat, dan distribusi logistik di kawasan industri Bojonegara menjadi lebih lancar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga