Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pembangunan helipad baru sedang berlangsung di Gedung Putih. Proyek ini menjadi renovasi terbaru yang digagas Trump untuk bangunan ikonik yang menjadi kantor dan tempat tinggal presiden AS tersebut.
Lokasi dan Latar Belakang Helipad Baru
Helipad baru itu, seperti dilansir AFP pada Selasa (7/7/2026), terletak di South Lawn atau Halaman Selatan Gedung Putih. Area ini selama puluhan tahun menjadi lokasi para presiden AS dan keluarganya kerap difoto saat berjalan melintasi rerumputan untuk naik atau turun dari helikopter kepresidenan Marine One.
Laporan The Washington Post menyebut kontraktor telah diminta untuk mempercepat pembangunan agar helipad tersebut dapat rampung sebelum kunjungan kenegaraan mendatang, yang tampaknya adalah kunjungan Presiden China Xi Jinping pada September mendatang.
Pernyataan Trump tentang Proyek Helipad
Trump mengungkapkan proyek renovasi ini saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (6/7) waktu setempat. "Jadi sekarang kita sedang membangun helipad, helipad yang indah, dan di situ terdapat lambang Gedung Putih -- terbuat dari granit, granit yang diukir, sungguh... sesuatu yang sangat indah," kata Trump kepada wartawan.
Dikatakan Trump bahwa area pendaratan helikopter baru ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah terkait armada baru helikopter kepresidenan buatan Sikorsky, produsen dirgantara terkemuka AS. Meskipun telah banyak diberitakan bahwa gas buang helikopter buatan Sikorsky menghanguskan rumput, Trump menambahkan bahwa aliran udaranya begitu kuat sehingga rumput di halaman Gedung Putih benar-benar "tercabut".
"Jadi saat helikopter mendarat, separuh rumputnya sudah berada di depan pintu masuk Ruang Oval. Sisanya berserakan di mana-mana," ujarnya.
Pembiayaan Proyek oleh Sikorsky
Trump mengatakan bahwa Sikorsky telah setuju membiayai proyek tersebut, karena perusahaan itu merasa "agak bersalah" terkait masalah rumput di halaman. "Biayanya sekitar US$ 5 juta atau US$ 6 juta (Rp 89,9 miliar atau Rp 107,9 miliar) -- mereka menanggung seluruh biayanya, dan saat saya mendengar mereka akan membiayainya, saya mengatakan, 'Mari kita buat sesuatu yang indah, jangan hanya sekadar membuat lempengan beton lalu mengecatnya dengan warna putih'," ujar Trump.
Namun laporan The Washington Post menyebut biaya proyek helipad itu mencapai dua kali lipat lebih besar, yakni sebesar US$ 13 juta (Rp 233,8 juta), yang juga mencakup renovasi South Portico atau serambi selatan Gedung Putih dan jalan masuk kendaraan di sebelahnya.
Renovasi Lain di Gedung Putih
Selain pembangunan helipad baru, Gedung Putih kini juga sedang melakukan renovasi ballroom megah yang dicetuskan Trump. Proyek kontroversial ini melibatkan pembongkaran East Wing yang bersejarah dan sempat memicu sengketa hukum karena renovasi dilakukan tanpa persetujuan Kongres AS. Sebelumnya, biaya ballroom tersebut dilaporkan membengkak hingga Rp 10 triliun, dengan separuhnya berasal dari pajak.



