Penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, Antonius, mengungkapkan bahwa alarm kebakaran tidak berbunyi saat api dan asap mulai menyebar ke lantai atas gedung. Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan penghuni karena koridor apartemen dipenuhi asap tebal.
Alarm dan Sprinkler Tidak Berfungsi
Menurut Antonius, alarm kebakaran tidak berfungsi secara efektif seperti saat simulasi kebakaran yang rutin dilakukan oleh pemadam kebakaran Jakarta Barat. Ia menyayangkan minimnya informasi mengenai kebakaran tersebut. Banyak korban kebakaran meninggal akibat ketidaktahuan akan prosedur evakuasi.
“Simulasi kebakaran selalu diinformasikan sebelumnya, dan selalu ada patokan bahwa alarm akan berbunyi,” ujar Antonius. Selain alarm, sistem sprinkler juga tidak aktif saat asap muncul. Ia menyesalkan sistem keamanan apartemen yang tidak berfungsi dalam kondisi darurat, membahayakan penghuni.
“Sprinkler tidak efektif, alarm juga tidak bekerja, hanya evakuasi mandiri. Itu yang sangat kami sesalkan,” tegasnya.
Evakuasi Dramatis ke Lantai Atas
Antonius, penghuni Tower Cattleya lantai 28, menceritakan detik-detik evakuasi yang menegangkan. Api pertama kali terlihat pukul 07.15 WIB. Ia terpaksa mendobrak beberapa pintu untuk keluar, dan baru bisa dievakuasi setelah tim pemadam kebakaran menjemputnya melalui lift barang.
“Lift barang baru bisa dipakai setelah asap ditiup oleh tim pemadam,” jelasnya. Ia terpaksa naik ke lantai atas karena lantai bawah sudah penuh asap. “Mata sembab, napas sesak, kami hanya bisa naik ke lantai atas,” tambahnya.
Kendala muncul di lantai 36, di mana pintu darurat terkunci. Antonius terpaksa merusak pintu tersebut untuk mencapai atap di lantai 36 atau 37. Akhirnya, ia bertahan di lantai 35 dan mendapatkan pertolongan dari pemilik unit yang membuka jendela untuk menghirup udara segar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan gedung yang berfungsi optimal dan kesiapan penghuni dalam menghadapi situasi darurat.



