Warga Tambora Keluhkan Air PAM Hanya Menetes, Kotor dan Berbau Seperti Got
Warga Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat kembali menghadapi kesulitan air bersih. Air PAM Jaya yang sempat mengalir justru dalam kondisi kotor dan mengeluarkan bau tak sedap seperti got. Keluhan ini disampaikan oleh Ketua RT 07/RW 03 Jembatan Besi, Dian, yang mengonfirmasi bahwa pada Senin (2/3) air sempat mengalir namun dengan kualitas yang buruk.
Kondisi Air yang Memprihatinkan
Menurut Dian, warga cukup terkejut karena setelah lama mengalami kekeringan, air yang keluar dari pipa PAM Jaya tiba-tiba berwarna keruh dan berbau menyengat. "Hari Senin (2/3) itu sempat nyala, tapi ada warga yang laporan airnya kotor, bau airnya seperti air got," ujarnya. Sejak Minggu (1/3), air PAM hanya keluar dengan volume yang sangat kecil atau sekadar menetes, kemudian pada Selasa (2/3) mati total hingga kini.
"Kan di sini warga ada yang kran airnya dibuka terus, jadi ketahuan kapan ada air. Kemarin keluar cuma netes-netes, tapi itu, kotor," tambah Dian. Situasi ini membuat warga bergantung pada pasokan air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Upaya Perbaikan dari PAM Jaya
Menanggapi masalah tersebut, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya menyelesaikan perbaikan jaringan pipa yang tersumbat. "Sampai saat ini kami masih berupaya melakukan perbaikan," kata Gatra. PAM Jaya juga mengirimkan satu mobil tangki air bersih setiap harinya ke lokasi untuk membantu warga RW 03.
"Kami masih menyediakan mobil tangki sebanyak satu mobil setiap harinya ke lokasi," tegasnya. Namun, upaya ini dinilai belum cukup mengatasi keluhan warga yang telah berlangsung lama.
Masalah yang Berakar Sejak 2025
Diketahui, gangguan air PAM di kawasan RW 03 Jembatan Besi telah terjadi sejak akhir Januari 2025. Awalnya, masalah ini disebabkan oleh kebocoran pipa akibat galian pekerjaan proyek flyover Latumeten. Setelah perbaikan pipa selesai, ternyata terjadi penyumbatan di jaringan pipa yang mengarah ke permukiman warga.
Hingga saat ini, penyumbatan tersebut belum sepenuhnya teratasi, sehingga warga masih harus mengandalkan bantuan air tangki. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Dampak bagi Warga
Keluhan warga tidak hanya terkait kualitas air yang buruk, tetapi juga kuantitas yang sangat terbatas. Air yang hanya menetes membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak. Bau air yang seperti got juga menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Warga berharap PAM Jaya dapat segera menyelesaikan perbaikan secara tuntas agar pasokan air bersih dapat kembali normal. Tanpa solusi yang cepat, masalah ini berpotensi memperburuk kondisi sanitasi dan kualitas hidup di wilayah tersebut.



