AHY Pastikan Jalan Nasional Non-Tol 93,5% Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan bahwa kondisi jaringan jalan nasional di luar jalan tol telah mencapai 93,5 persen kesiapan untuk melayani mobilitas masyarakat menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kondisi Jalan Nasional Non-Tol
AHY menjelaskan bahwa jalan nasional non-tol mencakup total 47.603 kilometer, membentang dari Sumatra, Jawa, hingga Papua. Meskipun terdapat beberapa titik yang masih memerlukan perbaikan, secara umum kemantapan jalan telah mencapai angka yang signifikan. "Kondisinya beragam, tapi secara umum kemantapan jalan nasional non tol mencapai 93,5 persen," tegas AHY dalam keterangannya.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi jalan yang sudah baik, tetapi juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik. Fokus utama meliputi:
- Preservasi jalan: Melakukan perawatan rutin, termasuk memperbaiki kerusakan dan menutup lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
- Tim Disaster Relief Unit (DRU): Disiagakan untuk merespons kerusakan jalan secara cepat di lapangan, terutama di jalur-jalur yang dilalui pemudik. "Kami sudah menyiapkan tim Disaster Relief Unit yang tugasnya bergerak cepat menambal jalan yang berlubang agar tidak menghambat perjalanan," jelas AHY.
- Target perbaikan: Seluruh perbaikan jalan di jalur mudik ditargetkan selesai sebelum puncak perjalanan masyarakat dimulai, atau sekitar H-10 Lebaran.
Pemetaan Titik Rawan Bencana
Selain kondisi jalan, pemerintah juga telah memetakan berbagai titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu arus mudik. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat:
- 807 titik rawan banjir di sejumlah ruas jalan nasional.
- 1.641 titik rawan longsor yang perlu diwaspadai.
- 15 titik berpotensi terdampak banjir rob, terutama di daerah pesisir.
Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan alam yang mungkin terjadi selama periode mudik.
Penguatan Sistem Pemantauan Lalu Lintas
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah memperkuat sistem pemantauan lalu lintas dengan memanfaatkan lebih dari 1.270 kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di berbagai ruas tol. Kamera-kamera ini berfungsi untuk memantau kondisi arus kendaraan secara real time, memungkinkan respons cepat terhadap kemacetan atau insiden di jalan.
Dengan berbagai persiapan ini, AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat. "Kita memahami bahwa kita harus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang rusak," tambahnya, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dalam mendukung tradisi mudik tahunan.
