64 Warga Dievakuasi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
64 Warga Dievakuasi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Maum, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 64 warga terdampak kebakaran telah dievakuasi ke tempat tinggal sementara.

Evakuasi 33 Kepala Keluarga

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menyatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 33 kepala keluarga yang terdiri dari 64 jiwa ke hunian sementara yang layak. "Selain upaya pemadaman, kami juga telah mengevakuasi 33 kepala keluarga yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman," ucap Maruli, Kamis (2/7/2026).

Polda Banten melalui Polresta Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait terus melakukan penanganan kebakaran. Untuk mempermudah pemadaman, petugas mengerahkan water bombing dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Water Bombing dari Jambi dan Sumsel

"Pengerahan water bombing milik Kementerian Lingkungan Hidup yang didatangkan dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan kapasitas 4.000 liter air," ujar Maruli. Ia menambahkan, "Polda Banten juga telah menyiapkan personel Ditsamapta dan Satbrimob untuk membantu proses pemadaman kebakaran. Selain itu, kami juga menyiapkan alat pelindung diri berupa masker bagi seluruh personel yang bertugas."

Maruli mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran demi menghindari risiko akibat panas, asap pekat, maupun aktivitas pemadaman.

Kebakaran Capai 7 Hektare

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah menghanguskan area seluas 7 hektare dari total luas TPA yang mencapai 33 hektare. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, "Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB itu telah menghanguskan sekitar 7 hektare dari total luas TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare."

Kebakaran menyebar luas akibat faktor angin kencang dan memicu munculnya asap tebal. "Asap tebal yang dihasilkan dari material sampah yang terbakar turut berdampak pada masyarakat sekitar. Hingga saat ini, sekitar 50 jiwa mengungsi di Balai Desa Tanjakan Mekar," katanya.

Bantuan dan Tim Kesehatan

BPBD telah melaksanakan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, menyalurkan bantuan berupa 46 kasur kepada warga terdampak, serta menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga