5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli 2026
5 Jembatan Permanen Aceh Rampung Juli 2026

Pembangunan sejumlah jembatan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh terus menunjukkan progres positif. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembatan permanen strategis di Aceh mulai rampung dan dapat difungsikan pada Juli 2026.

Lima Jembatan yang Ditargetkan

Kelima jembatan tersebut yakni Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Krueng Meureudu, Ulee Langa, Lawe Mengkudu I, dan Pantai Dona. Seluruhnya menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi infrastruktur nasional yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Progres Jembatan Krueng Tingkeum

Salah satu proyek yang menunjukkan progres signifikan adalah pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Hingga 19 Mei 2026, progres pembangunan jembatan rangka baja permanen tersebut telah mencapai 51 persen. Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas jalur nasional wilayah barat-timur Aceh yang sempat terganggu akibat bencana.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat ini, sebagian material girder baja telah tiba di lokasi proyek. Dalam waktu dekat, pekerjaan akan memasuki tahap erection atau pemasangan girder baja dari abutment satu menuju pilar satu sebagai bagian penting dalam penyelesaian konstruksi.

Pernyataan PPK 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh

PPK 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh, Isnanda, mengatakan seluruh tahapan pembangunan masih berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan. "Progres pembangunan jembatan permanen Krueng Tingkeum saat ini terus berjalan sesuai tahapan pekerjaan. Dalam waktu dekat akan dilakukan proses erection girder baja sebagai bagian penting dari penyelesaian konstruksi jembatan," ujar Isnanda dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Isnanda, pembangunan jembatan permanen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di lintas nasional Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, akses masyarakat di kawasan tersebut masih mengandalkan jembatan Bailey sementara yang beberapa kali mengalami perbaikan. "Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berlangsung lebih aman dan lancar," lanjutnya.

Jembatan Lainnya dalam Proses Rehabilitasi

Selain lima jembatan yang ditargetkan rampung pada Juli 2026, sebanyak 14 jembatan permanen lainnya di Aceh juga tengah dalam proses rehabilitasi dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Jembatan tersebut antara lain Lumut, Teupin Mane, Krueng Beutong, Titi Merah, Jamur Mesin 7, Lenang, hingga Gampong Salah Sirong Jaya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga