Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Alami Hiperinflasi, Inflasi April 2,4%
Menkeu: Hiperinflasi di Indonesia Jauh dari Kenyataan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah kekhawatiran sejumlah pihak yang menyebut Indonesia tengah menuju hiperinflasi. Dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026), ia menegaskan bahwa risiko lonjakan harga yang tidak terkendali masih sangat jauh dari kenyataan.

Kondisi Inflasi Terkendali

Menurut Purbaya, kondisi inflasi di Indonesia saat ini masih terjaga dengan sangat baik. Ia merinci bahwa inflasi pada April 2026 tercatat berada di kisaran 2,4 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas harga yang terkendali dan tidak mengarah pada situasi hiperinflasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Purbaya menjelaskan bahwa hiperinflasi adalah kondisi di mana harga-harga naik secara ekstrem dan tidak terkendali, biasanya di atas 50 persen per bulan. Data inflasi Indonesia yang hanya 2,4 persen membuktikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak berdasar. Ia juga menekankan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga dan siap mengambil langkah antisipatif jika diperlukan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai potensi krisis ekonomi. Purbaya mengajak semua pihak untuk tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas kebenarannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga