Memilih susu kemasan yang berkualitas tidak bisa sembarangan. Banyak produk di pasaran yang mengklaim bernutrisi tinggi, namun kenyataannya mengandung bahan tambahan yang kurang sehat. Ahli gizi memberikan panduan agar konsumen tidak tertipu oleh kemasan dan klaim produk.
Perhatikan Komposisi Utama
Langkah pertama adalah membaca label komposisi. Susu berkualitas biasanya memiliki bahan utama susu sapi segar atau susu bubuk murni. Hindari produk yang mencantumkan gula tambahan, perasa buatan, atau pengawet sebagai bahan utama. Semakin pendek daftar komposisi, semakin alami susu tersebut.
Cek Kandungan Gula
Banyak susu kemasan, terutama yang beraroma, mengandung gula tinggi. Ahli menyarankan memilih susu dengan kandungan gula kurang dari 10 gram per sajian. Perhatikan juga istilah seperti sukrosa, fruktosa, atau sirup jagung yang merupakan bentuk gula tambahan.
Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa
Susu segar biasanya memiliki umur simpan lebih pendek. Pastikan tanggal kedaluwarsa masih lama, dan simpan susu di suhu yang tepat. Susu UHT (Ultra High Temperature) dapat bertahan lebih lama tanpa pendinginan sebelum dibuka, namun tetap perhatikan tanggalnya.
Pilih Berdasarkan Kebutuhan
Untuk anak-anak, pilih susu yang diperkaya vitamin D dan kalsium. Untuk dewasa, susu rendah lemak atau skim bisa menjadi pilihan. Jika memiliki intoleransi laktosa, pilih susu bebas laktosa atau alternatif nabati yang diperkaya nutrisi.
Hindari Klaim Berlebihan
Jangan mudah tergiur dengan klaim seperti 'menambah tinggi badan' atau 'meningkatkan kecerdasan' tanpa bukti ilmiah. Susu hanyalah bagian dari pola makan seimbang. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk rekomendasi sesuai kondisi kesehatan.
Dengan tips ini, diharapkan konsumen lebih cerdas dalam memilih susu kemasan yang benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan.



