SMA di Banjarnegara Manfaatkan Gas Rawa sebagai Sumber Energi Bersih
Sebuah pemandangan yang tidak biasa menghiasi halaman parkir SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, yang akrab disebut SMA Muhamka, di Kalibening, Jawa Tengah. Sebelum memasuki area terbuka, pengunjung langsung disambut oleh dua tabung raksasa berwarna hijau tosca yang sangat mencolok.
Tabung Raksasa dengan Fungsi Unik
Kedua tabung ini memiliki tinggi sekitar 2 meter, lebih dari empat kali lipat dari tabung gas melon 3 kilogram yang umum digunakan di rumah tangga. Tabung-tabung tersebut terhubung dengan jaringan pipa paralon berbagai ukuran yang tersusun rapi dan saling terkoneksi satu sama lain.
Fungsinya sama seperti tabung gas pada umumnya, yaitu untuk menampung bahan bakar yang digunakan dalam proses memasak. Namun, perbedaan utama terletak pada jenis gas yang disimpan di dalam separator tersebut.
Gas Rawa sebagai Alternatif Energi Terbarukan
Gas yang tersimpan bukanlah elpiji konvensional, melainkan gas rawa atau yang dikenal sebagai biogenic shallow gas (BSG). Sumber energi ini termasuk dalam kategori Energi Baru Terbarukan (EBT), yang menawarkan solusi ramah lingkungan.
Penggunaan gas rawa ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung transisi energi bersih. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan teknologi hijau di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya instalasi ini, SMA Muhamka berharap dapat menginspirasi institusi lain untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi karbon dan mempromosikan energi yang lebih bersih.



