Sesar Cisadane Ditemukan Dekat Jakarta, Tambah Daftar Patahan Aktif di Bogor
Sesar Cisadane Ditemukan Dekat Jakarta, Patahan Aktif Baru

Struktur Patahan Aktif Sesar Cisadane Ditemukan di Dekat Jakarta, Tingkatkan Kewaspadaan Gempa

Sebuah penelitian kolaboratif terbaru yang dilakukan oleh Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan PT Oseanland, telah berhasil mengungkap temuan signifikan mengenai keberadaan struktur patahan aktif di wilayah Gunung Nyungcung, yang terletak di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Struktur geologis ini kemudian secara resmi dinamai sebagai Sesar Cisadane, menambah kompleksitas ancaman seismik di sekitar ibu kota.

Lokasi Strategis dan Dampaknya bagi Jakarta

Temuan ini menjadi sorotan utama karena lokasinya yang relatif sangat dekat dengan Jakarta, dengan jarak sekitar 20 kilometer atau kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat ibu kota. Kedekatan ini meningkatkan potensi risiko gempa bumi bagi wilayah metropolitan Jakarta, yang sudah dikepung oleh beberapa sesar aktif lainnya. Keberadaan Sesar Cisadane ini memperpanjang daftar patahan aktif yang mengelilingi Jakarta, setelah sebelumnya dikenal dengan Sesar Baribis dan Sesar Citarik.

Asal Usul Penamaan dan Implikasi Geologis

Penamaan Sesar Cisadane merujuk pada posisi strukturnya yang mengikuti aliran Sungai Cisadane, sebagaimana dijelaskan dalam video resmi yang dirilis oleh Badan Geologi. Hal ini menunjukkan bagaimana karakteristik geografis dan hidrologis lokal mempengaruhi identifikasi dan klasifikasi sesar tersebut. Penemuan ini tidak hanya penting dari segi ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi praktis untuk perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana di daerah sekitarnya.

Dengan tambahan sesar aktif ini, para ahli geologi dan pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi. Masyarakat di wilayah Bogor dan Jakarta juga didorong untuk lebih waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan yang diperlukan dalam menghadapi ancaman seismik yang semakin kompleks.