Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan proyek liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026). Proyek strategis nasional ini telah tertunda selama 28 tahun sejak kontrak pertama ditandatangani pada 1998. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya proyek ini bagi ketahanan energi nasional dan meminta agar pembangunan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Presiden Prabowo: Proyek Ini Sangat Penting untuk Bangsa
"Saudara-saudara, pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang sangat jauh yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. Dengan demikian, Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu," ujar Prabowo dalam acara peresmian yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat lagi. "Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan. Dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegasnya.
Lokasi dan Skema Pengembangan Proyek
Proyek raksasa di sektor minyak dan gas ini berlokasi sekitar 170-180 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pengembangannya menggunakan skema Cost Recovery Production Sharing Contract (PSC) yang dioperatori oleh INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 65%. Perusahaan ini bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) yang memegang 20% saham dan Petronas dengan 15% saham.
Nilai investasi proyek ini mencapai USD 20,9 miliar atau setara dengan lebih dari Rp 300 triliun. Proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 million standard cubic feet per day (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari. Kapasitas produksi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi nasional secara signifikan.
Progres Pembangunan Hingga Awal Juli 2026
Setelah melalui proses pengembangan yang panjang sejak penandatanganan kontrak pada 1998, proyek Abadi Masela akhirnya memasuki tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56%, melampaui target yang direncanakan. Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) yang ditargetkan pada akhir 2026.
Pemerintah optimistis bahwa dengan dimulainya konstruksi, proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, terutama dalam hal penyediaan energi dan penciptaan lapangan kerja di wilayah Maluku. Prabowo juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir langsung dalam acara groundbreaking, melainkan melalui video conference.



