Wakil Ketua MPR RI dan Dubes UEA Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, di Ruang Nusantara III MPR RI Lantai 9, Jakarta, pada hari ini. Pertemuan ini difokuskan pada upaya perluasan kerja sama kedua negara di sektor energi terbarukan, menandai momentum 50 tahun hubungan diplomatik dan persahabatan antara Indonesia dan UEA.
Latar Belakang dan Komitmen Investasi
Eddy Soeparno menjelaskan bahwa sebelumnya, ia telah bertemu dengan Menteri Energi UEA sekaligus utusan khusus pemerintah UEA untuk Indonesia, Suhail Al Mazroueim, di Abu Dhabi pada Januari 2026. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari berbagai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati, dengan penekanan pada pengembangan energi terbarukan.
"Kedua negara terus berupaya memperkuat kerjasama Indonesia dan Uni Emirat Arab dan menindaklanjuti berbagai MoU yang sudah disepakati, khususnya di bidang pengembangan energi terbarukan. Kita tahu bersama bahwa UEA menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia," kata Eddy dalam keterangan tertulisnya.
Proyek Solar Panel Terapung di Cirata
UEA, melalui perusahaan Masdar, saat ini mengelola proyek solar panel terapung di Cirata, Jawa Barat. Proyek ini rencananya akan diperluas dan diharapkan menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar di dunia. Eddy menyampaikan komitmennya untuk mendukung perluasan investasi UEA di bidang ini.
"Saat ini, UEA melalui Masdar mengelola proyek Solar Panel terapung di Cirata Jawa Barat yang rencananya juga akan terus diperluas dan menjadi PLTS terapung terbesar di dunia. Kepada Menteri Suhail dan juga Pak Dubes Abdulla Salem, saya menyampaikan komitmen untuk mendukung perluasan proyek investasi UEA di bidang energi terbarukan," sambungnya.
Dukungan terhadap Rencana Pemerintah
Menurut Eddy Soeparno, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PAN, rencana UEA untuk memperluas investasi solar panel di Cirata merupakan dukungan penuh terhadap agenda Pemerintah Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan, termasuk melalui Program 100 GW solar panel di seluruh Indonesia.
"Kami sampaikan juga kepada Pak Dubes bahwa kami di MPR terus mendorong langkah dan komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan, di antaranya dengan terus mempercepat RUU Migas, RUU EBET, dan juga RUU Pengelolaan Perubahan Iklim," tuturnya.
Respons Positif dari Dubes UEA
Di sisi lain, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan apresiasi kepada Eddy Soeparno atas dukungannya terhadap inisiatif dan rencana investasi UEA di bidang energi terbarukan dan lingkungan hidup.
"Kehadiran kami di MPR hari ini adalah upaya memperkuat kerjasama Indonesia dan UEA sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua MPR beliau Eddy Soeparno yang telah menjembatani dan mendukung UEA dalam berbagai upaya terlibat dalam mendukung pemerintah Indonesia mempercepat transisi menuju energi terbarukan," ungkapnya.
Peserta Pertemuan
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Ekonomi Kedubes UEA, Meera AlAzeezi, dan Manajer Pembangunan Bisnis Masdar, Marsha Prabandani. Diskusi ini menegaskan komitmen kedua negara dalam mendorong investasi berkelanjutan dan kerja sama strategis di masa depan.



