Wakil MPR Soroti Lima Prioritas Utama dalam Transisi Energi Nasional
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan lima fokus utama yang harus menjadi prioritas dalam transisi energi nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama PLN di DPR RI pada Senin, 13 April 2026.
Eddy menilai peran PLN, Pertamina, dan pelaku usaha swasta di sektor energi sangat krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Lima fokus yang ia tekankan meliputi:
- Membangun ketahanan energi dalam negeri
- Mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi
- Mengurangi jejak karbon
- Memastikan biaya transisi energi sesuai keekonomian
- Memastikan kesiapan pelaku usaha dalam negeri agar investasi di sektor energi terbarukan dinikmati sepenuhnya oleh industri dan manufaktur Indonesia
Transisi Energi Lahirkan Industri dan Lapangan Kerja Hijau
Dalam keterangannya, Eddy menyatakan bahwa transisi energi akan melahirkan green industries dan green jobs bagi putra putri Indonesia. "Industri yang terbangun akan membuka lapangan kerja sehingga menyerap tenaga kerja formal yang sangat dibutuhkan," ujarnya.
Ia juga menyoroti rencana penghapusan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel sebagai bagian dari transisi energi. Eddy meminta PLN memaparkan roadmap yang jelas terkait pensiun dini PLTD, termasuk kompleksitas teknis, negosiasi penghentian operasional, dan potensi biaya yang timbul.
Menurutnya, biaya operasional PLTD yang tinggi dan emisi karbon yang beracun menjadi alasan utama perlunya percepatan penggantian dengan energi yang lebih efisien seperti tenaga surya.
Permintaan Penjelasan Rinci Soal Roadmap PLTS 100 GW
Selain soal PLTD, Eddy juga meminta PLN memberikan penjelasan rinci soal roadmap pencapaian target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun sesuai arahan Presiden.
"Berapa kebutuhan lahan, berapa total investasi, termasuk biaya baterai dan lain-lain. Ini harus jelas. PLN harus betul-betul memiliki rencana pengembangan yang matang dan kredibel agar target yang dicanangkan Presiden tercapai," tegas anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PAN ini.
Eddy juga mengingatkan agar proyek besar tersebut tidak berujung pada ketergantungan impor. Ia menekankan pentingnya membangun dan memanfaatkan kapasitas industri dalam negeri agar transisi energi sepenuhnya dinikmati oleh anak bangsa.
"Pembangunan PLTS 100 GW merupakan lompatan besar dalam transisi energi Indonesia dan akan menempatkan negara kita sebagai salah satu yang terunggul di sektor energi terbarukan di Asia," pungkas Eddy.



