Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memadamkan lampu di sejumlah titik ikonik ibu kota selama satu jam pada Sabtu (25/4/2026) malam dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. Aksi hemat energi ini berhasil menghemat biaya listrik hingga Rp 140 juta.
Lokasi Pemadaman dan Dampaknya
Pemadaman dilakukan mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB di berbagai lokasi, seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan Balai Kota DKI Jakarta. Selama 60 menit, kawasan tersebut tampak gelap sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari edukasi masyarakat yang selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030. Kegiatan ini mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.
Penghematan dan Penurunan Emisi
Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), pemadaman lampu selama satu jam mampu menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh. Penghematan biaya listrik mencapai Rp 140.226.312, serta penurunan emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e. Capaian ini menunjukkan dampak nyata dari aksi penghematan energi, baik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca maupun dalam efisiensi biaya listrik.
Apresiasi dan Rencana Ke Depan
Dudi mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang telah mendukung Aksi Hemat Energi ini. Hal ini menunjukkan kesadaran bersama untuk terus menerapkan perilaku hemat energi sebagai langkah menghadapi perubahan iklim. Program ini akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya, dengan harapan dapat mendorong masyarakat Jakarta untuk membiasakan penghematan energi sebagai kebiasaan sehari-hari.
Kegiatan hemat energi dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing, seperti mengganti lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi, mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai, dan mengatur suhu pendingin ruangan secara efisien. Dari kebiasaan kecil sehari-hari ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pengurangan emisi karbon dan mendukung terciptanya Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.



