Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis (2/7/2026) pagi. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 174, yang masuk dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2.5 tercatat sebesar 73 mikrogram per meter kubik, level yang dapat merugikan kelompok sensitif serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika.
Rekomendasi untuk Warga Jakarta
Menyikapi kondisi tersebut, IQAir merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa berada di luar, diimbau menggunakan masker dan menutup jendela guna mencegah masuknya udara kotor ke dalam ruangan.
Kategori Kualitas Udara
Berdasarkan standar IQAir, kategori baik memiliki rentang PM2.5 0-50, tidak berdampak pada kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, maupun estetika. Kategori sedang (PM2.5 51-100) tidak memengaruhi kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat berdampak pada tumbuhan sensitif dan estetika. Kategori tidak sehat (PM2.5 101-199) merugikan kelompok sensitif. Kategori sangat tidak sehat (PM2.5 200-299) berbahaya bagi sebagian populasi, sementara kategori berbahaya (PM2.5 300-500) dapat menyebabkan kerusakan kesehatan serius pada populasi umum.
Perbandingan dengan Kota Lain
Urutan kedua kota dengan kualitas udara terburuk adalah Chengdu, China, dengan AQI 156. Disusul Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (154), Addis Ababa, Ethiopia (149), dan Kampala, Uganda (142).
Langkah Pemprov DKI Jakarta
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di seluruh wilayah metropolitan. Data dari SPKU tersebut ditampilkan dalam platform yang merupakan penyempurnaan dari sistem sebelumnya dan sesuai standar nasional. Platform ini mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.



