IMF: Harga Minyak Tak Segera Kembali Normal Akibat Konflik Timur Tengah
IMF: Harga Minyak Tak Segera Normal Akibat Konflik

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan harga minyak mentah dunia tidak akan segera kembali ke level sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Direktur Departemen Komunikasi IMF, Julie Kozack, mengatakan harga minyak diperkirakan masih bertahan di level yang lebih tinggi meski jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali normal pada pertengahan Juli.

Proyeksi Harga Minyak 2026-2027

Pada Rabu (8/7/2026), IMF merilis pembaruan proyeksi harga minyak global. Dalam laporan tersebut, rata-rata harga minyak dunia diperkirakan melonjak hampir sepertiga pada 2026 menjadi 89,27 dolar AS per barel, sebelum turun menjadi sekitar 78,7 dolar AS per barel pada 2027.

Dampak Konflik Timur Tengah

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah mengganggu stabilitas pasokan minyak global. Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis untuk pengiriman minyak, sempat terganggu sebelum mulai normal kembali. Meskipun demikian, IMF menilai harga minyak akan tetap tinggi dalam jangka pendek.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Julie Kozack, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar minyak. "Harga minyak diperkirakan masih akan berada di level yang lebih tinggi dalam waktu dekat, meskipun ada tanda-tanda perbaikan di jalur pelayaran," ujarnya.

Implikasi bagi Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara, terutama negara importir minyak. IMF memperingatkan bahwa negara-negara berkembang akan merasakan dampak paling besar karena ketergantungan mereka pada impor energi. Sementara itu, negara-negara produsen minyak mungkin akan mendapatkan keuntungan jangka pendek dari harga yang lebih tinggi.

Proyeksi ini juga mempengaruhi kebijakan moneter di banyak negara. Bank sentral diharapkan tetap waspada terhadap risiko inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga