IEA: Skema WFH Bisa Tekan Konsumsi BBM Nasional Hingga 20%
IEA: WFH Bisa Tekan Konsumsi BBM Nasional Hingga 20%

IEA Soroti Potensi Besar WFH untuk Tekan Konsumsi Bahan Bakar Minyak

Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan skema bekerja dari rumah atau WFH sebagai strategi penghematan energi. Langkah ini mendapat dukungan dari Badan Energi Internasional atau The International Energy Agency (IEA), yang mengungkapkan bahwa WFH dapat secara signifikan mengurangi konsumsi BBM kendaraan pribadi di tingkat nasional.

Simulasi IEA: Pengurangan Konsumsi BBM 2-6% dengan WFH Tiga Hari

Dalam laporan resminya yang dirilis pada Rabu (1/4/2026), IEA menjelaskan bahwa perjalanan pulang-pergi berkontribusi antara 5% hingga 30% dari aktivitas mobil di berbagai wilayah. Meskipun tidak semua jenis pekerjaan cocok untuk dilakukan dari rumah, lembaga yang berbasis di Perancis ini menekankan bahwa WFH tetap menjadi langkah efektif bagi sektor yang memungkinkan.

IEA melakukan simulasi yang menunjukkan bahwa menerapkan WFH selama tiga hari dalam seminggu dapat mengurangi konsumsi BBM mobil pribadi secara nasional sebesar 2% hingga 6%. "Bekerja dari rumah dapat mengurangi konsumsi minyak dari kendaraan pribadi yang digunakan untuk bepergian. Ini bisa menjadi langkah efektif jika pekerjaan tersebut memungkinkan," tulis IEA dalam pernyataannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Penghematan Mencapai 20% dengan Peningkatan Frekuensi WFH

Lebih lanjut, IEA mengungkapkan bahwa penghematan konsumsi BBM dapat ditingkatkan secara drastis jika frekuensi WFH ditambah. Jika seorang pengemudi beralih dari tidak bekerja jarak jauh menjadi tiga hari WFH dalam seminggu kerja lima hari, konsumsi minyak mobil pribadi mereka dapat dipangkas hingga 20%. Angka ini menunjukkan dampak substansial yang dapat dicapai melalui adopsi kerja jarak jauh yang lebih luas.

IEA juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengimbau pengusaha agar mengizinkan karyawan bekerja dari rumah. Selain itu, lembaga ini menyarankan agar pejabat publik dapat diwajibkan untuk WFH pada hari-hari tertentu, serta menutup gedung-gedung publik secara selektif untuk mendukung efisiensi energi.

Kebijakan WFH di Indonesia: Penghematan Triliunan Rupiah

Sejalan dengan rekomendasi IEA, pemerintah Indonesia telah menjabarkan aturan WFH satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), yang berlaku setiap hari Jumat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini dipilih karena beberapa kementerian telah menerapkan kerja empat hari dalam seminggu pasca-COVID-19.

Airlangga menyebutkan bahwa kebijakan WFH bagi ASN dan imbauan serupa untuk karyawan swasta berpotensi menghemat kompensasi BBM hingga triliunan rupiah. "Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," ujarnya dalam konferensi pers virtual.

Untuk sektor swasta, WFH sehari dalam sepekan bersifat imbauan yang akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha. Kebijakan ini mencerminkan upaya Indonesia untuk mengoptimalkan penghematan energi di tengah tantangan global.

WFH Juga Diterapkan di Berbagai Negara Lain

Indonesia bukan satu-satunya negara yang memberlakukan skema WFH sebagai bagian dari strategi penghematan energi. Beberapa negara lain, seperti Pakistan, Thailand, Sri Lanka, dan Mesir, juga telah mengadopsi kebijakan serupa. Hal ini menunjukkan tren global dalam memanfaatkan kerja jarak jauh untuk mengurangi ketergantungan pada BBM dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dengan dukungan data dari IEA dan implementasi kebijakan yang progresif, WFH tidak hanya menjadi solusi temporer, tetapi juga langkah strategis jangka panjang untuk menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan dari transportasi berbasis bahan bakar fosil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga