BMKG Kategorikan Gempa M 7,6 di Sulut Sebagai Megathrust Berpotensi Tsunami
Gempa M 7,6 di Sulut Dikategorikan Megathrust oleh BMKG

BMKG Kategorikan Gempa M 7,6 di Sulut Sebagai Megathrust Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan analisis resmi terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis, 2 April 2026. Gempa dengan magnitudo 7,6 tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori megathrust, yang dikenal memiliki potensi besar untuk memicu gelombang tsunami.

Lokasi dan Parameter Gempa

Episenter gempa terletak tepat di koordinat 1,25 Lintang Utara (LU) dan 126,27 Bujur Timur (BT), yang berada sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kedalaman hiposenter gempa tercatat pada 33 kilometer di bawah permukaan laut, menunjukkan aktivitas tektonik yang signifikan di zona subduksi.

BMKG menekankan bahwa lokasi ini termasuk dalam zona rawan gempa dan tsunami, mengingat sejarah seismik di kawasan tersebut. Data ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjelasan Ahli BMKG tentang Kategori Megathrust

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Riyono, mengonfirmasi secara langsung bahwa gempa Sulut ini termasuk dalam kategori gempa megathrust. Ia menjelaskan bahwa gempa jenis ini terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi, di mana satu lempeng menunjam di bawah lempeng lainnya.

"Gempa megathrust seperti ini memiliki karakteristik yang dapat menghasilkan energi sangat besar dan berpotensi tinggi menyebabkan tsunami," ujar Rahmat Riyono. Ia menambahkan bahwa pemantauan terus-menerus dilakukan oleh BMKG untuk mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk kemungkinan gempa susulan dan peringatan dini tsunami.

Implikasi dan Langkah Antisipasi

Dengan dikategorikannya gempa ini sebagai megathrust, BMKG mengimbau masyarakat di pesisir Sulawesi Utara dan sekitarnya untuk:

  • Selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
  • Menyiapkan rencana evakuasi dan titik kumpul jika terjadi tsunami.
  • Memahami tanda-tanda alam yang dapat mengindikasikan tsunami, seperti gempa kuat yang diikuti surutnya air laut secara tiba-tiba.

Kejadian ini juga mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, menduduki peringkat kedua dunia dalam kerawanan gempa bumi. Oleh karena itu, edukasi dan infrastruktur mitigasi bencana harus terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan material.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga