Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait kedatangan gelombang panas kedua pada musim panas 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini diprediksi mulai menerjang pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat dan memicu lonjakan suhu udara hingga mencapai 42 derajat Celsius di wilayah lembah sungai barat daya daratan utama Spanyol. Kondisi ini diperkirakan berlangsung setidaknya hingga hari Selasa (7/7/2026).
Proyeksi Suhu di Berbagai Wilayah
Berdasarkan data resmi AEMET, pada hari Senin (6/7/2026), temperatur diproyeksikan menyentuh angka 38–40 derajat Celsius di Lembah Miño dan 37–39 derajat Celsius di wilayah pedalaman A Coruña. Di kawasan barat daya, suhu antara 39–41 derajat Celsius akan meluas, bahkan melonjak hingga 42 derajat Celsius di area lembah sungai. Wilayah lain seperti Extremadura dan Andalusia juga diperkirakan akan merasakan dampak signifikan dari gelombang panas ini.
Dampak dan Imbauan
Gelombang panas ini merupakan yang kedua kalinya terjadi pada musim panas 2026 setelah sebelumnya gelombang panas pertama melanda pada akhir Juni. AEMET mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, terutama antara pukul 12.00 hingga 17.00 waktu setempat. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis diharapkan lebih waspada terhadap risiko dehidrasi dan heatstroke.
Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan pusat pendinginan darurat di beberapa kota besar seperti Sevilla, Córdoba, dan Badajoz. Layanan kesehatan juga disiagakan untuk menangani kemungkinan peningkatan kasus terkait panas ekstrem. Selain itu, AEMET memperingatkan potensi kebakaran hutan yang meningkat akibat suhu tinggi dan kondisi kering.
Latar Belakang Iklim
Spanyol merupakan salah satu negara Eropa yang paling sering mengalami gelombang panas. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi dan intensitas gelombang panas cenderung meningkat seiring perubahan iklim global. Musim panas 2026 diprediksi menjadi salah satu yang terpanas dalam sejarah, dengan rekor suhu sebelumnya tercatat pada 2023 saat suhu mencapai 44 derajat Celsius di beberapa wilayah.
AEMET terus memantau perkembangan cuaca dan akan memperbarui peringatan jika diperlukan. Masyarakat disarankan untuk mengikuti informasi resmi dari AEMET dan otoritas setempat guna mengantisipasi dampak buruk gelombang panas ini.



