El Nino 2026 Mengintai, Kemenhut dan BMKG Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla
El Nino 2026 Mengintai, Kemenhut Siapkan Pencegahan Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjalin kerja sama dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berbasis sains. Kerja sama ini mencakup integrasi data meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, modifikasi cuaca, serta analisis risiko berbasis sains.

Potensi El Nino 2026

Raja menjelaskan bahwa tahun ini menjadi tahun latihan untuk mengantisipasi peningkatan karhutla. Berdasarkan data BMKG, El Nino 2026 berpotensi muncul lebih cepat pada semester kedua tahun ini, yaitu sekitar Juni-Juli, dengan intensitas lemah hingga moderat. Hal ini menyebabkan musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan lebih kering.

"Saya sering sampaikan ini adalah tahun kita latihan, tahun kita belajar untuk mengantisipasi apa yang akan kita hadapi. Untuk tahun ini sudah disampaikan bahwa kemarau akan datang lebih cepat dari tahun lalu, dan akan berakhir lebih lambat," kata Raja pada Kamis (23/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak El Nino terhadap Karhutla

El Nino lemah hingga moderat yang akan terjadi memungkinkan timbulnya karhutla lebih besar dibandingkan tahun lalu. Namun, Raja optimistis Indonesia sebagai bangsa pembelajar dapat mencegah terulangnya kejadian serupa. Ia mencatat penurunan luas karhutla dari sekitar 2,6 juta hektare pada 2015, menjadi 1,6 juta hektare pada 2019, 1,1 juta hektare pada 2023, dan sekitar 350 ribu hektare pada tahun lalu.

Peran BMKG dalam Pencegahan

Raja menekankan pentingnya peran BMKG dalam menurunkan angka karhutla, terutama melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dengan koordinasi bersama BMKG, Kementerian Kehutanan dapat mencegah karhutla serta memantau tinggi muka air tanah.

"BMKG memerankan peran yang sangat penting untuk menurunkan angka karhutla. Dengan memprediksi cuaca secara presisi dan lebih prediktif, termasuk prevensi atau mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Mencegah terjadinya karhutla jauh lebih baik ketimbang memadamkan ketika apinya sudah berkobar," ujar Raja.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kantor BMKG, Jakarta, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga