Bantahan Dwi Anggia Soal Solar sebagai BBM Murah
Dwi Anggia Bantah Narasi Solar BBM Murah

Sebuah unggahan di media sosial yang beredar pada 21 Juni 2026 mengklaim bahwa Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyarankan masyarakat untuk membeli solar jika ingin mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga murah. Narasi ini muncul setelah PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax, yang semula Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Klarifikasi dari Dwi Anggia

Dwi Anggia dengan tegas membantah narasi tersebut. Ia menyatakan tidak pernah menyamakan BBM jenis Pertamax yang merupakan nonsubsidi dengan Solar yang merupakan BBM bersubsidi. "Saya tidak pernah mengatakan bahwa solar adalah alternatif BBM murah pengganti Pertamax. Keduanya memiliki kategori dan peruntukan yang berbeda," ujarnya dalam klarifikasi resmi.

Pernyataan ini penting untuk meluruskan informasi yang keliru di tengah masyarakat. Kenaikan harga Pertamax memang menjadi perhatian publik, namun solusi yang ditawarkan bukanlah beralih ke solar bersubsidi yang sebenarnya diperuntukkan bagi sektor tertentu, seperti transportasi umum dan industri kecil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perbedaan BBM Subsidi dan Nonsubsidi

Pemerintah telah menetapkan bahwa solar bersubsidi hanya untuk konsumen tertentu yang memenuhi kriteria, seperti kendaraan angkutan umum, petani, dan nelayan. Sementara Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang dapat digunakan oleh kendaraan pribadi dengan spesifikasi mesin tertentu. "Masyarakat harus memahami bahwa solar bersubsidi tidak bisa digunakan secara bebas oleh semua kendaraan. Ada aturan yang mengatur," tambah Dwi Anggia.

Kenaikan harga Pertamax ini merupakan bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Pertamina selaku operator BBM selalu berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas BBM sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Imbauan kepada Masyarakat

Dwi Anggia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. "Jika ada informasi yang meragukan, sebaiknya cek langsung ke sumber resmi Kementerian ESDM atau Pertamina," pesannya. Ia juga menekankan pentingnya literasi energi agar masyarakat dapat membedakan jenis-jenis BBM dan peruntukannya.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Pemerintah terus berkomitmen menyediakan BBM yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan, namun tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga