Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mempertahankan pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi utama bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga efisiensi energi dan memastikan tarif listrik tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Pernyataan Bahlil di Acara Alumni IPB
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki cadangan batu bara yang melimpah, sehingga pemanfaatannya masih sangat relevan di tengah dinamika ketahanan energi global.
Alasan Pemerintah Pertahankan Batu Bara
Menurut Bahlil, penggunaan batu bara untuk PLTU tidak hanya mendukung efisiensi biaya produksi listrik, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas harga listrik bagi konsumen. Di tengah tekanan harga energi dunia, keberadaan batu bara sebagai sumber energi domestik menjadi penyangga utama ketahanan energi nasional.
Bahlil juga menyoroti bahwa transisi energi harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, pemerintah tetap berkomitmen mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki, termasuk batu bara, sambil terus mengembangkan energi baru terbarukan secara paralel.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi yang terus meningkat, keterjangkauan tarif, dan upaya pengurangan emisi karbon sesuai target nasional.



