Saat ini, pasar minyak global diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat jika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tidak segera pulih. Perusahaan energi milik Pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco, memperingatkan bahwa gangguan di jalur strategis tersebut dapat memperpanjang krisis pasar minyak hingga tahun depan, bahkan berpotensi berlanjut sampai 2027.
Peringatan CEO Saudi Aramco
CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan, pasar minyak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali stabil apabila gangguan pasokan terus berlangsung. “Semakin lama gangguan pasokan berlanjut, bahkan hanya beberapa pekan tambahan, maka akan dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama bagi pasar minyak untuk kembali seimbang dan stabil,” kata Nasser, dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).
Peringatan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang mempengaruhi jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu titik paling strategis untuk distribusi minyak dunia. Jika gangguan tidak segera diatasi, dampaknya bisa dirasakan hingga beberapa tahun ke depan, memperburuk stabilitas harga dan pasokan global.
Analis memperkirakan bahwa setiap pekan tambahan gangguan di Selat Hormuz dapat menambah waktu pemulihan pasar minyak secara signifikan. Hal ini menjadi kekhawatiran serius bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, yang bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.



