KOMPAS.com - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melakukan observasi dan pengambilan sampel di rumah Mutfiana, lokasi munculnya puluhan titik api di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kebakaran di rumah Mutfiana telah menarik perhatian banyak pihak karena hingga awal Juni lalu, kebakaran tercatat sudah terjadi sebanyak 73 kali, dengan barang terbakar di 65 titik di dalam rumah.
Penelitian Tim UGM
Tim UGM yang terdiri dari 18 peneliti dan akademisi lintas disiplin melakukan pengambilan sampel terakhir di lokasi kejadian pada Jumat, 12 Juni 2026. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa penyebab pasti kemunculan titik api adalah residu kebakaran yang awal kemunculannya dipantik oleh gas hidrogen sisa limbah pemotongan ayam.
Penemuan ini menjadi terobosan penting dalam memahami fenomena kebakaran berulang yang sempat membingungkan warga dan pihak berwenang. Dengan identifikasi penyebab ini, diharapkan langkah pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Tim PKPE UGM juga merekomendasikan agar warga sekitar lebih waspada terhadap potensi bahaya dari limbah organik, khususnya dari aktivitas pemotongan ayam, yang dapat menghasilkan gas hidrogen sebagai pemicu kebakaran.



