Uji Coba Tiket Berbasis Akun Diluncurkan di LRT, MRT, dan TransJakarta
Uji Coba Tiket Berbasis Akun di LRT, MRT, TransJakarta

Uji Coba Tiket Berbasis Akun Diluncurkan di LRT, MRT, dan TransJakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai fase uji coba penerapan sistem tiket berbasis akun atau account based ticketing (ABT) pada tiga moda transportasi umum utama, yaitu LRT, MRT, dan TransJakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk mengumpulkan data pengguna yang lebih akurat guna mendukung efisiensi pemberian subsidi tiket dan perencanaan transportasi yang lebih tepat sasaran.

Profil Pengguna untuk Efisiensi Subsidi

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa penerapan ABT akan mencakup ketiga moda transportasi tersebut. "Dari ABT ini kita akan mendapatkan profiling seluruh pengguna angkutan umum massal kita, apakah TransJakarta, MRT, atau LRT, yang kemudian akan menjadi perhitungan untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pemberian PSO ke depannya," ujarnya dalam keterangan pers pada Jumat, 15 September 2023.

Menurut Syafrin, data yang terkumpul akan membantu pemerintah dalam mengestimasi kebutuhan first and last mile bagi para pelaku perjalanan, serta meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan Public Service Obligation (PSO).

Mekanisme Kerja dan Uji Coba Awal

Uji coba fitur ABT saat ini dilakukan melalui aplikasi JakLingko. Syafrin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan beberapa kendala minor selama pengujian, namun secara prinsip, fitur tersebut dinilai sudah cukup baik. "Kita harapkan dari hasil tes kita bisa mendapatkan gambaran utuh dari prinsip ABT yang nantinya akan kita implementasikan dalam waktu dekat," tambahnya.

Teknologi dalam fitur ABT masih terus dikembangkan untuk memastikan penerapannya yang optimal. Cara kerjanya melibatkan penumpang yang hanya perlu memindai barcode dari aplikasi JakLingko ke mesin gate atau mesin tap on bus (TOB) dan tap on microbus (TOM). Sistem kemudian akan mendeteksi perjalanan penumpang secara otomatis.

Tarif Integrasi dan Keamanan Saldo

Untuk penumpang yang berpindah-pindah antar moda transportasi, akan diberlakukan tarif integrasi dengan batas maksimal Rp 10.000. "Jika dia lebih dari satu moda, maka dia akan mendapatkan otomatis prinsip tarif integrasi yang maksimum Rp 10 ribu. Tapi jika satu moda, kita bisa mengidentifikasi bahwa yang bersangkutan karena ini adalah profiling pengguna, dia masuk dalam tatanan Jakarta atau Bodetabek," jelas Syafrin.

Ke depan, fitur ABT tidak hanya akan tersedia melalui QR Code, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan kartu uang elektronik (KUE atau e-money) yang biasa digunakan di TransJakarta. Salah satu keunggulannya adalah keamanan saldo; jika kartu hilang, saldo tetap aman tersimpan di aplikasi. "Jadi KUE saya ini begitu kartunya hilang, saldonya tetap yang ada di aplikasi. Saya tinggal mengaktivasi KUE sesuai dengan nomor kartunya," ucap Syafrin.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.