Puncak Arus Nataru 2025/2026 Diprediksi Hari Ini dan Besok, ASDP Siapkan Layanan Penyeberangan
Puncak Arus Nataru Diprediksi Hari Ini, ASDP Siapkan Layanan

Puncak Arus Nataru 2025/2026 Diprediksi Terjadi Hari Ini dan Besok

Jakarta - Puncak arus berangkat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi mencapai klimaks pada hari ini dan besok. Meskipun demikian, pergerakan penumpang dan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera masih terpantau ramai lancar dengan kondisi yang relatif terkendali.

Kesiapan Operasional ASDP untuk Layanan Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memastikan seluruh kesiapan operasional guna menjaga layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar selama periode Nataru. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa kesiapan layanan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal untuk memastikan pengaturan jadwal dan operasional kapal berjalan optimal sesuai kebutuhan lalu lintas penyeberangan," ujar Heru dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Heru juga mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan sudah bertiket sebelum berangkat, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket.

Data Pergerakan H-3 Nataru Menunjukkan Penurunan

Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam pada 22 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB atau H-3, tercatat 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara rinci, realisasi penumpang turun 26,7% dari 44.358 orang menjadi 32.533 orang. Sementara untuk kendaraan:

  • Kendaraan roda dua: 799 unit (turun 48,9%)
  • Kendaraan roda empat: 3.745 unit (turun 27,8%)
  • Truk: 2.197 unit (turun 30,9%)
  • Bus: 390 unit (turun 12,6%)

Total kendaraan mencapai 7.131 unit, turun 31,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 271.994 orang (turun 0,4%) dan kendaraan 64.360 unit (turun 3,5%).

Strategi Operasional dan Fasilitas Pendukung

Dalam mendukung kelancaran penyeberangan dari Jawa ke Sumatera, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung. Pada kondisi normal, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan. Namun saat kepadatan meningkat, dilakukan penyesuaian jumlah kapal yang beroperasi dengan kapasitas layanan hingga sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari.

Pengaturan operasional tersebut dilaksanakan secara dinamis berdasarkan kondisi lapangan, evaluasi posko, serta keputusan regulator bersama operator kapal. Dari sisi layanan, ASDP memperkuat fasilitas pendukung yang meliputi:

  1. Layanan Express II
  2. Penyediaan customer service 24 jam
  3. Penambahan toilet portable
  4. Optimalisasi penerangan dan pasokan listrik di area pelabuhan

Antisipasi Kepadatan dan Imbauan Keselamatan

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama kepolisian menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone seperti Rest Area KM 43 dan KM 68. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan.

ASDP juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. Pengguna jasa diimbau untuk mengikuti arahan petugas, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan waktu perjalanan demi keselamatan bersama.

Pergerakan dari Sumatera ke Jawa

Sementara itu, berdasarkan data Posko Bakauheni (Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu), pada H-3 tercatat 104 trip kapal beroperasi. Penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 34.481 orang, turun 15,2% dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 7.547 unit atau turun 21,6%.

Secara kumulatif H-10 hingga H-3, penumpang tercatat 246.928 orang (turun 2,6%) dan kendaraan 61.635 unit, naik 1,3%. Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan di beberapa sektor, pergerakan penyeberangan tetap berjalan dengan pengaturan yang matang dari pihak berwenang.