KRL Rute Bogor Alami Gangguan di Stasiun Universitas Pancasila, Penumpang Dievakuasi
KRL Bogor Gangguan di Stasiun Universitas Pancasila

KRL Rute Bogor Alami Gangguan di Stasiun Universitas Pancasila, Penumpang Dievakuasi

Sebuah insiden terjadi pada Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Commuter Line di Jakarta Selatan, Selasa (10 Februari 2026). KRL dengan nomor KA 1336 yang melayani rute Jakarta Kota menuju Bogor mengalami gangguan teknis di jalur 1 Stasiun Universitas Pancasila. Menurut laporan awal, asap tebal terlihat keluar dari salah satu gerbong kereta, memicu kekhawatiran di antara penumpang dan petugas stasiun.

KAI Commuter melalui akun media sosial X mengonfirmasi bahwa insiden ini masih dalam proses penanganan oleh petugas terkait. Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan bahwa tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk memeriksa sumber asap dan memastikan keamanan seluruh penumpang serta infrastruktur kereta api.

Penumpang Dialihkan ke Kereta Lain

Hingga pukul 18.19 WIB, penumpang yang berada di dalam KRL KA 1336 telah dievakuasi dan dialihkan ke kereta lain, yaitu KA 1034 dengan rute Manggarai-Bogor. Langkah ini diambil untuk menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan commuter line di lintas Bogor. KAI Commuter menjelaskan bahwa pengalihan ini merupakan bagian dari strategi penguraian kepadatan di jalur tersebut.

Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya asap tebal dari gerbong KRL tersebut. Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap kronologi kejadian dan faktor-faktor yang memicu insiden ini. Petugas berusaha mengumpulkan informasi dari saksi mata dan data teknis kereta untuk analisis lebih lanjut.

Dampak pada Layanan Commuter Line

Gangguan ini menyebabkan sedikit penyesuaian pada jadwal perjalanan KRL rute Bogor. Meskipun demikian, KAI Commuter memastikan bahwa layanan commuter line tetap beroperasi dengan penyesuaian rute dan waktu sementara. Penumpang diimbau untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI Commuter atau aplikasi terkait untuk mendapatkan update mengenai kondisi perjalanan.

Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, namun pihak berwenang menekankan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di stasiun.