KA Siliwangi Tertahan di Stasiun Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel Kereta
Keberangkatan KA Siliwangi dari Cianjur menuju Sukabumi mengalami penundaan signifikan pada Minggu malam (5/4/2026). Penyebab utamanya adalah jalur kereta api di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur area tersebut sejak sore hari.
Kondisi Jalur yang Tidak Memungkinkan
Kuswardojo, Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, mengonfirmasi bahwa KA Siliwangi yang seharusnya berangkat pukul 20.19 WIB masih tertahan di Stasiun Cianjur. "Sekarang KA Siliwangi masih tertahan di Stasiun Cianjur. Pemberangkatan kami tunda," jelas Kuswardojo kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa penundaan ini terjadi karena rel di petak jalan antara Cianjur-Cibeber pada KM 87+8/9 terendam banjir. "Ketinggian genangan air saat ini masih sekitar 27 centimeter. Sehingga belum dapat dilalui oleh kereta," ucapnya. Genangan air tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Opsi dan Kompensasi bagi Penumpang
Menyikapi situasi ini, KAI Daop 2 Bandung memberikan dua opsi kepada penumpang KA Siliwangi:
- Pembatalan Perjalanan: Penumpang yang tidak berkenan menunggu dapat membatalkan tiket dengan kompensasi pengembalian bea sebesar 100 persen, di luar biaya pemesanan.
- Penantian di Stasiun: Bagi penumpang yang memilih tetap menunggu keberangkatan di Stasiun Cianjur, KAI memberikan service recovery sebagai bentuk kompensasi.
"Untuk yang mau membatalkan silakan, untuk yang masih menunggu ada kompensasi yang kami berikan, dan petugas terus memantau kondisi jalur kereta, untuk memastikan kondisi aman dan bisa kembali dilalui," pungkas Kuswardojo.
Pemantauan Berkelanjutan
Petugas KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur kereta yang terendam banjir. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan keselamatan sebelum kereta dapat melanjutkan perjalanan. Hujan deras yang terjadi sejak Minggu sore menjadi faktor utama penyebab banjir ini, yang mengganggu operasional perkeretaapian di wilayah tersebut.
Insiden ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan banjir seperti Cianjur. Penumpang diharapkan tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru dari pihak KAI untuk keputusan perjalanan mereka.



