Dermaga Pelabuhan Merak Perlu Ditambah untuk Atasi Antrean Panjang Pemudik
Dermaga Pelabuhan Merak Perlu Ditambah Atasi Antrean

Dermaga di Pelabuhan Merak Diminta Ditambah untuk Atasi Antrean Panjang Pemudik

Kepadatan dan antrean panjang di Pelabuhan Merak, Cilegon, terus menjadi masalah yang berulang setiap musim mudik Lebaran, Natal, dan tahun baru. Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Bambang Haryo, menegaskan bahwa akar permasalahannya adalah kekurangan dermaga, bukan jumlah kapal feri yang tersedia.

Kapal Banyak, Dermaga Terbatas

Bambang menjelaskan bahwa saat ini terdapat 72 kapal feri yang siaga di lintas Merak-Bakauheni untuk mengangkut pemudik tujuan Jawa-Sumatera. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 28 kapal yang dapat beroperasi secara efektif karena keterbatasan fasilitas dermaga. "Kita lihat setiap kali di lintasan Merak-Bakauheni selalu terjadi antrean panjang. Padahal kapalnya ditambah terus setiap tahun," ujarnya di Merak, Jumat (13/3/2026).

Dia menambahkan bahwa ketujuh dermaga yang ada hanya mampu menampung empat kapal per dermaga. Pola ini dinilai kurang maksimal untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang, khususnya pemudik yang terus bertambah setiap tahun. "Jadi satu dermaga itu empat kapal. Sehingga sekitar 60% lebih kapal tidak dioperasikan. Bayangkan di saat-saat puncak, angkutan tidak ada karena kurangnya dermaga," papar Bambang.

Usulan Penambahan Tiga Dermaga Baru

Untuk mengurai kepadatan di lintas Merak-Bakauheni, Bambang mendesak pemerintah segera menambah dermaga baru. Dia mengusulkan penambahan minimal tiga dermaga pada tahun depan, yang dapat menampung sekitar 12 kapal tambahan. "Dengan tiga dermaga ini, kita bisa menampung kurang lebih 12 kapal. Kalau 12 kapal itu sudah 50% dari total kapasitas angkut yang terpasang dan ini pasti akan menjadi lancar," katanya.

Menurutnya, pembangunan dermaga baru juga dapat mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Ciwandan, yang merupakan pelabuhan curah dan dinilai tidak diperlukan lagi jika fasilitas di Merak memadai.

Pertumbuhan Angkutan Logistik Memicu Kepadatan

Bambang juga menyoroti peningkatan angkutan logistik yang menyeberang di lintas Merak-Bakauheni. Berdasarkan catatan Gapasdap, angkutan logistik mengalami kenaikan sekitar 10-12% setiap tahun. Kondisi ini diperkirakan akan memicu kepadatan tambahan jika fasilitas pelabuhan tidak segera ditingkatkan.

"Kita tahu bahwa pertumbuhan angkutan logistik ini belum termasuk angkutan pariwisata dan kendaraan pribadi seperti sepeda motor. Angkutan logistik saja rata-rata pertumbuhannya 10 sampai 12%," jelasnya. Dengan demikian, penambahan dermaga dinilai sebagai solusi penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan barang di masa mendatang.