Arus Mudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan Mulai Meningkat, Didominasi Kendaraan Pribadi
Arus Mudik Merak-Ciwandan Meningkat, Didominasi Mobil Pribadi

Arus Mudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan Mulai Meningkat, Didominasi Kendaraan Pribadi

Arus kendaraan yang hendak mudik menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak dan Ciwandan mulai mengalami peningkatan sejak Sabtu (14/3/2026) dini hari. Berdasarkan pantauan di Dermaga Eksekutif Merak, lokasi tersebut sudah dipadati oleh mobil pribadi, menandai awal gelombang mudik Lebaran 2026.

Peningkatan Arus dan Prediksi Puncak Mudik

Executive Director Regional 2 PT ASDP Indonesia Ferry, Zulvidon, menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan, jumlah kendaraan di Pelabuhan Merak masih di bawah 5.000 per hari. "Di Pelabuhan Merak kami sudah siap semua, hari ini ada peningkatan tapi belum terlalu banyak, masih di bawah 5 ribu untuk satu harinya," ujarnya di Pelabuhan Merak, Sabtu (14/03/2026).

Adapun puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada H-4 dan H-3, dengan estimasi 46.000 kendaraan yang akan menyebrang dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Untuk mengantisipasi hal ini, kantung parkir di dermaga Indah Kiat yang mampu menampung 2.000 kendaraan pribadi akan dibuka. "Di puncak kurang lebih 35 ribu sampai 46 ribu (kendaraan), semuanya kita antisipasi. Kita menyiapkan rekayasa dan kantung parkir di Indah Kiat yang menampung 2 ribu kendaraan," ungkap Zulvidon.

Dominasi Kendaraan dan Antisipasi Gangguan Sistem

Sementara itu, pemudik sepeda motor diprediksi akan memadati Pelabuhan Ciwandan, dengan peningkatan di atas 5.000 kendaraan pada Senin-Selasa mendatang. PT ASDP Indonesia Ferry juga telah menyiapkan mitigasi untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem tiketing, seperti mesin error dalam membaca tiket penumpang. "Kami sudah antisipasi MPOS dan alat yang mobile, selain alat di tol gate untuk mempercepat tarikan kendaraan ke kapal," kata Zulvidon.

Strategi Pemudik dan Peningkatan Jumlah Penumpang

Sejumlah pemudik mengaku pulang kampung lebih awal untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang di pelabuhan. Sigit, pemudik asal Tangerang dengan tujuan Palembang, mengatakan, "Sengaja berangkat sekarang, biar enggak kena macet di jalan, antre lama di pelabuhan (Merak) nya." Mobil berplat nomor A, B, hingga BH masih menghiasi jalanan di Kota Cilegon dan antrean di dalam Pelabuhan Merak, dengan personel kepolisian yang berjaga di pos pengamanan.

PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan selama periode mudik. Dari Jawa ke Sumatera, diperkirakan ada 1,56 juta penumpang (naik 10,3%) dan 371.653 kendaraan (naik 9,9%). Sedangkan di jalur sebaliknya, mencapai 1,51 juta penumpang (naik 11,2%) dengan 353.901 kendaraan (naik 10,5%).

Kebijakan Tarif dan Imbauan kepada Masyarakat

Pelabuhan Merak menerapkan satu tarif tanpa dermaga eksekutif mulai 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA. Kebijakan ini bertujuan memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata.

Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket melalui Ferizy dan menghindari calo. "Kami mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket melalui Ferizy karena tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Hindari calo agar tidak merugikan, serta pastikan pengisian data diri sesuai identitas guna menciptakan perjalanan yang lebih tertib dan lancar," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/03/2026).