Universitas Trilogi berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori sketsa Presiden RI ke-2, Soeharto, terbanyak. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Soeharto ke-105 di kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026).
Partisipasi Lebih dari 1000 Peserta
Lomba membuat sketsa ini diikuti oleh lebih dari 1000 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dari berbagai sekolah. Para peserta kompak mengenakan baju putih bertema Soeharto dan tampak antusias serta serius saat mulai membuat sketsa. Pantauan detikcom di lokasi menunjukkan suasana yang meriah dan penuh semangat.
Seminar Nasional dan Narasumber Terkemuka
Selain lomba sketsa, acara ini juga dimeriahkan dengan Seminar Nasional bertema "Kepemimpinan Jenderal Besar TNI HM Soeharto". Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, Menteri Keuangan Periode 1998 Fuad Bawazier, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Kepala BPIP Periode 2018 Yudi Latif.
Sambutan Mendikdasmen Abdul Muti
Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti. Dalam sambutannya, Muti menyampaikan harapannya agar lomba ini dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk meneladani dan melanjutkan perjuangan Soeharto. "Melalui lomba ini, saya mengharapkan sekali lagi, kalian dapat meneladani dan kemudian melanjutkan perjuangan Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan dan pahlawan nasional," kata Muti.
Muti juga menekankan pentingnya lomba ini dalam mengembangkan bakat para peserta. Menurutnya, membuat lukisan sketsa merupakan kegiatan yang mengolah pikiran, rasa, dan hati. "Tentu saja kalian dapat menjadikan momentum atau kesempatan mengikuti lomba ini sebagai bagian dari pengembangan bakat dan minat kalian. Kita semuanya berusaha agar generasi Indonesia ini dapat terus berkembang dengan tiga atau empat pendekatan dalam pendidikan, yaitu olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati," ujar Muti. Ia menambahkan, "Melukis adalah bagian dari kalian mengolah pikiran, mengolah rasa, dan mengolah hati, dan menuangkannya dalam setiap goresan di kanvas yang kalian semua sudah memilikinya."
Makna dan Dampak Acara
Acara pemecahan Rekor MURI ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang jasa-jasa Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia. Dengan partisipasi ribuan peserta, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan dan semangat pembangunan yang diwariskan Soeharto dapat terus dihayati dan diterapkan oleh generasi muda.



