UIN Surakarta Tegaskan Tidak Ada Kewajiban Mandi Khusus Sebelum Puasa Ramadhan
Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 2026, berbagai pertanyaan seputar persiapan spiritual dan fisik kerap muncul di kalangan umat muslim. Salah satu topik yang masih menjadi perbincangan adalah mengenai kewajiban mandi tertentu sebelum memasuki bulan suci tersebut. Banyak orang bertanya-tanya apakah ada ritual mandi wajib yang harus dilakukan atau apakah hal itu hanya sekadar tindakan untuk membersihkan diri secara umum.
Penjelasan Akademis dari Dosen UIN Surakarta
Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd., seorang dosen dari UIN Raden Mas Said Surakarta, memberikan klarifikasi penting terkait isu ini. Dalam penjelasannya, beliau menegaskan bahwa secara dasar, tidak ada dalil atau perintah dalam ajaran Islam yang mewajibkan mandi khusus ketika seseorang akan memasuki bulan Ramadhan.
Artinya, anggapan yang beredar di masyarakat mengenai kewajiban mandi tertentu sebelum Ramadhan sebenarnya tidak memiliki landasan yang kuat dari sumber-sumber agama. Hal ini penting untuk diluruskan agar umat muslim tidak terjebak dalam praktik-praktik yang tidak berdasar dan dapat fokus pada ibadah inti selama bulan suci.
Pentingnya Memahami Dasar Hukum dalam Ibadah
Prof. Imam Makruf menekankan bahwa dalam Islam, setiap ibadah harus didasarkan pada dalil yang jelas, baik dari Al-Qur'an maupun Hadis. Ketiadaan perintah khusus tentang mandi wajib sebelum Ramadhan menunjukkan bahwa hal tersebut bukan bagian dari kewajiban agama. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan diri, termasuk mandi secara umum, tetap merupakan anjuran dalam Islam sebagai bagian dari kesucian dan kesehatan.
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa persiapan menyambut Ramadhan sebaiknya difokuskan pada aspek-aspek lain yang lebih substantif, seperti meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal shaleh, dan mempersiapkan diri secara mental serta spiritual.
