Prof Niam: Muktamar NU ke Depan Harus Berpijak pada Qanun Asasi demi Persatuan
Ketua Umum Majelis Alumni IPNU yang juga Katib Syuriah PBNU, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke depan perlu berpijak pada Qanun Asasi sebagai landasan organisasi. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Halal Bihalal Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) di Hotel Acacia Jakarta, Ahad Malam, 12 April 2026.
Pentingnya Kembali ke Fondasi Organisasi
Prof Niam menjelaskan bahwa salah satu nilai pondasi tegaknya jam'iyyah NU adalah komitmen persatuan, sebagaimana tercantum dalam Muqaddimah Qanun Asasi. "Karenanya, kita perlu kembali kepada Qanun Asasi sebagai pijakan berorganisasi. Komitmen ke depan harus membangun kesadaran kembali kepada Mabda Organisasi, kesatuan dan persatuan untuk mengoptimalkan perkhidmatan," ujarnya.
Guru Besar Bidang Fikih ini menambahkan, mengingat genealogi NU adalah komitmen bersatu, idealnya tidak ada ruang di NU terhadap pertikaian dan perpecahan. "Jika pengurus dan jemaah NU memahami utuh Qanun Asasi serta menjadikannya sebagai pijakan, maka pasti tak ada pertentangan yang menjurus pada perpecahan atau syiqaq berkepanjangan. Di sinilah pentingnya kita kembali pada Qanun Asasi," jelasnya.
Muktamar sebagai Jalan Menuju Persatuan
Prof Niam menekankan bahwa Muktamar NU ke depan harus menjadi jalan menuju persatuan dan kebersamaan, dengan menempatkan norma dalam Muqaddimah Qanun Asasi sebagai pijakan. "Jika ada perbedaan pandangan di antara pihak, maka yang lain harus berperan sebagai juru damai, bukan menjadi kompor yang memanaskan, dengan menggunakan mabda' serta mekanisme organisasi sebagai pedoman," tegasnya.
Makna Mendalam Halal Bihalal
Dalam momentum halal bihalal, Prof Niam juga menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat silaturahim sebagai perekat utama persaudaraan di tengah perbedaan. Ia menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk "mempertautkan hati" demi menjaga dan mempererat hubungan antarsesama.
"Perbedaan pilihan, afiliasi, maupun pandangan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, dengan bertemu dan bersilaturahim, minimal kita bisa membangun kesepahaman, meskipun belum tentu langsung mencapai kesepakatan," ujarnya.
Prinsip Dasar yang Harus Dipegang
Prof Niam mengingatkan bahwa dalam kehidupan berorganisasi, khususnya di lingkungan NU, seluruh elemen harus tetap berpegang pada prinsip dasar yang telah diwariskan para pendiri, yang termaktub dalam Muqaddimah Qanun Asasi. Prinsip tersebut mencakup:
- Komitmen persatuan dan persaudaraan
- Memegang ajaran Ahlussunnah wal Jamaah
- Pentingnya sanad keilmuan
- Keikhlasan dalam berkhidmat
- Tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Ia juga menekankan bahwa perubahan zaman menuntut adaptasi, namun tidak boleh menggeser nilai-nilai fundamental organisasi. "Kita harus mampu membedakan mana yang prinsip dasar yang tidak boleh berubah, dan mana yang bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman," tambahnya.
Dihadiri oleh Tokoh Nasional
Acara Halal Bihalal yang bertajuk "Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah" ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin. Dalam kesempatan tersebut, Kyai Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya tema yang diangkat sebagai bahan refleksi baik untuk personal maupun secara organisasi.
"Dari sisi keorganisasian, momentum halal bi halal ini merupakan jalan untuk saling memaafkan dan merajut kembali ukhuwah antar sesama manusia yang sebelumnya pernah ternoda oleh kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat," ujarnya.
Ma'ruf Amin juga menjelaskan tugas manusia sebagai Khalifatullah fil ardh dalam rangka beribadah kepada Sang Pencipta serta memakmurkan bumi. "Allah mengatakan Dia lah yang menjadikan kamu dari tanah dan meminta kamu, yaitu tanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Sebab memakmurkan bumi merupakan bagian daripada tugas khalifah," jelasnya.
Usai acara, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan informal yang diisi penjelasan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengenai dinamika organisasi NU dan rencana pelaksanaan Munas dan Konbes NU serta persiapan Muktamar NU ke-35 yang akan datang.



